Penerima BPUM di Tulungagung Harus Rela Antri Sandal Di Pintu Bank Penyalur Sejak Bakda Isya' | Jatim TIMES

Penerima BPUM di Tulungagung Harus Rela Antri Sandal Di Pintu Bank Penyalur Sejak Bakda Isya'

Apr 19, 2021 21:13
Antri Sandal di salah satu Bank Penyalur BPUM di Tulungagung / Foto : Istimewa / Tulungagung TIMES
Antri Sandal di salah satu Bank Penyalur BPUM di Tulungagung / Foto : Istimewa / Tulungagung TIMES

TULUNGAGUNGTIMES - Antrean yang menumpuk di hampir semua bank penyalur
Banpres Produktif Usaha Mikro (BPUM) di Tulungagung menjadi sorotan netizen. Berbagai postingan adanya penumpukan antrian ini diketahui tidak menjaga jarak meski rata-rata menggunakan masker.

Salah satu penerima BPUM asal Kecamatan Kauman, Noviana (25) mengungkapkan jika dirinya harus datang sekitar jam 20.00 wib atau habis isya' untuk antri sandal (alas kaki). 

Baca Juga : Lewat Surat Terbuka, Prof Suhartono Minta Senat UIN Malang Bersikap Terkait Isu Plagiasi

 

"Antri sandal ini dimulai jam 20.00 wib atau habis isya, jadi alas kaki atau sandal ini ditata rapi sesuai kedatangannya," kata Noviana, Senin (19/04/2021).

Antrian sandal ini menurut Novi, bukan untuk antri menerima langsung BPUM, namun hanya antri mengambil nomer antrian.

"Sejak jam 01.00 wib malam, sudah mulai datang orang yang menaruh sandal tadi," ujarnya.

Mulai jam 01.00 wib ini para calon penerima BPUM telah menunggu waktu pagi datang.

"Baru sekitar jam 6.30 wib nomor antrian dibagikan," jelasnya.

Jika tidak mau melakukan hal itu, menurut Novi tidak akan dapat giliran secepatnya dan harus menunggu untuk dapat nomer antrian duna dilayani petugas Bank penyalur.

Saat pagi tiba, bank penyalur buka antrian tak dapat dibendung lagi.

Menanggapi hal ini, Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro (Dinkop UM) Kabupaten Tulungagung, Slamet Sunarto mengatakan antrian di Bank penyalur merupakan ranah perbankan, bukan lagi kewenangan dinasnya. 

Baca Juga : Jadi Tantangan Besar Nasional, Pemkab Tulungagung Gelar Rembug Stunting

 

"Karena itu sudah wilayah perbankan, jadi dinas untuk teknik penyalurannya tidak ada kewenangan," kata Slamet Sunarto. 

Meski demikian, pihak dinas akan melakukan komunikasi dengan pihak perbakan untuk melalukan koordinasi agar antrian yang menumpuk dapat diantisipasi dan ditertibkan dengan baik.

"Namun demikian coba saya koordinasi dengan pejabat (bank penyalur BPUM) yang ada di cabang Tulungagung," jelasnya.

Seperti diketahui, Dinas Koperasi dan UMKM memfasilitasi para pelaku UKM dan masyarakat untuk mengakses BPUM ini. Jika sebelumnya, jumlah yang diterima KPM sebesar 2,4 juta rupiah, kali ini hanya akan menerima 1,2 juta per KPM.

Pasca diusulkan, penerima BPUM dalam beberapa hari ini menyerbu Bank penyalur guna mecairkan dana yang akan diterimanya. 

Topik
berita tulungagung antrian BPUM

Berita Lainnya