free web hit counter
Jatim Times Network
Beranda
Peristiwa

Dianggap Hanya Akan Rugikan Rakyat, Partai Demokrat Pamekasan Tolak Impor Beras

Penulis : Khairul Rozi - Editor : Dede Nana

26 - Mar - 2021, 03:20

Loading Placeholder
Ismail juru bicara Fraksi Partai Demokrat DPRD Pamekasan (Foto: Istimewa)

PAMEKASANTIMES - Partai Demokrat Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur menyatakan penolakan terhadap rencana pemerintah mengimpor beras.

Ismail selaku juru bicara Fraksi Partai Demokrat DPRD Pamekasan mengatakan, stok beras yang dimiliki oleh RI dianggap masih aman. Apalagi sejumlah petani di sejumlah wilayah saat ini ada yang sudah melakukan panen raya.

Baca Juga : Harga Komoditas Pangan di Banyuwangi Relatif Stabil

“Kita sepakat untuk menolak impor beras. Karena itu sangat merugikan petani,” kata Ismail, Kamis (25/3/2021).

Dikatakannya, ketidaktertariknya terhadap beras impor tersebut sebagai upaya memberikan perlindungan terhadap para petani. Apalagi di pulau Madura saat ini sedang panen. Sehingga rencana impor beras yang dicanangkan oleh pemerintah pusat dianggap hanya akan merugikan masyarakat, khususnya di Pamekasan.

“Hari ini masa panen di seluruh Indonesia, terutama di Madura sedang panen padi. Ngapain masih mau impor,” tambahnya.

Bahkan pihaknya menyarankan agar pemerintah RI menyerap hasil panen padi dari petani. Sebab, hal itu akan sangat membantu perekonomian masyarakat di tengah pandemi Covid-19.

Baca Juga : Pemandu Lagu yang Tewas di Pakisaji, Ternyata Pernah Satu Atap dengan Pelaku

“Sebaiknya pemerintah bisa membeli hasil beras dan garam petani. Karena itu membantu perekonomian masyarakat,” pungkasnya.

 


Topik



Media Terverifikasi Dewan Pers

Update Berita JatimTIMES Network

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News JatimTIMES atau bisa menginstall aplikasi Jatim Times News melalui tombol berikut:


Penulis

Khairul Rozi

Editor

Dede Nana

Peristiwa

Artikel terkait di Peristiwa

--- Iklan Sponsor ---