Bongkol Bambu dan Limbah Kayu Jadi Karya Seni Unik Bernilai Tinggi di Tangan Pria Ngawi Ini | Jatim TIMES

Bongkol Bambu dan Limbah Kayu Jadi Karya Seni Unik Bernilai Tinggi di Tangan Pria Ngawi Ini

Mar 17, 2021 07:17
Hasil karya seni bongkol Bambu Dan Limbah Kayu, Agus Sugiarto
Hasil karya seni bongkol Bambu Dan Limbah Kayu, Agus Sugiarto

NGAWITIMES - Bongkol bambu dan limbah kayu banyak ditemukan di berbagai tempat. Namun, di tangan Agus Sugiarto, warga Dusun Kasreman 1 RT 03 RW 01 Desa Kasreman, Kecamatan Kasreman, Kabupaten Ngawi, bongkol  bambu dan limbah kayu mampu dipoles menjadi karya seni yang unik serta bernilai tinggi.

Kemampuan pria kelahiran Ngawi 1982 itu patut diapresiasi. Sebab,  Agus punya  kreativitas tinggi meski keahlian mengolah bambu dan kayu menjadi karya seni tinggi itu dipelajari secara otodidak.

Baca Juga : Mudik Lebaran Tak Dilarang, Ini Mekanisme yang Disiapkan Pemerintah

Dari bongkol bambu yang terbuang, Agus dapat mengubah menjadi bentuk wajah, hewan, maupun  naga. Kemudian limbah kayu dia ubah menjadi sarung keris, kotak sabuk, dan tempat panjangan keris yang diukir. 

Keahlian membuat karya seni tersebut sudah hampir 10 tahun digeluti Agus  dengan bermodal alat-alat sederhana seperti tata (pahat) dan borcun (alat untuk mengukir). "Karya seni dari bongkol bambu dan limbah kayu saya jual paling murah dengan harga 50 ribu rupiah. Harga paling mahal berkisar 2,5 juta rupiah. Tergantung kerumitan dan lama waktu pengerjaan," ungkapnya.

Agus juga menceritakan proses pembuatan karya seni dari bongkol bambu. Tahap awal, bambu harus dicuci, lalu dijemur sampai kering. Baru masuk  pemahatan. Setelah itu, diamplas sampai halus. Pada tahap finishing, dilakukan pemelikturan.

Karya Agus tak hanya beredar di Ngawi. Pemasaran karya seninya sudah merambah keluar kota seperti  Jakarta, Batam, dan Bali.

Baca Juga : Pantai Boom Banyuwangi Tawaran Eksotisme dan Sensasi Menggelar Pesta di Bangunan Tua

Ikut serta mengharumkan nama desa dengan karya seni yang dibuatnya itu, Agus berharap ke depan  ada perhatian dan binaan dari pemerintah desa atau instansi terkait. “Supaya karya seni ini semakin maju dan berkembang,” pungkasnya.

Topik
Limbah bambu dan kayu Seni mengolah bambu dan kayu BERITA NGAWI

Berita Lainnya