KEDIRITIMES - Dalam kurun waktu terakhir, aksi penipuan dengan modus minta pulsa dengan mengatasnamakan Kepala Desa tengah marak terjadi di wilayah Kabupaten Kediri.
Pelaku menjerat korban dengan cara berpura-pura menjadi kades dan kemudian menghubungi warganya melalui pesan WhatsApp untuk minta pulsa serta uang.
Baca Juga : Made Suwastiko Resmi Dilantik Sebagai Anggota DPRD PAW Gantikan Salimi
Kepala Desa Kayunan, Kecamatan Plosoklaten, Pustoro Al. Bagong Cahyono mengatakan, hampir seluruh nama kades di wilayah Kecamatan Plosoklaten dipakai untuk melakukan penipuan kepada warga.
"Di wilayah Kecamatan Plosoklaten hampir semua nama kades dipakai untuk menipu warga. Bahkan saya sendiri juga dipakai untuk menipu warga saya," tutur pria yang akrab disapa Bagong, Senin (15/2/2021).
Dikatakan Bagong, pelaku menghubungi korban dengan cara memintai pulsa dan uang melalui transfer ke rekening. Pelaku untuk memuluskan aksinya di foto profil akun WhatsApp memakai foto Kades.
Pelaku memakai nomor WhatsApp 082317672268, 082317672269 minta diisi pulsa ke nomor 082176034335.
“Ada yang tertipu dan ada yang tidak. Saya tahunya dikasih tahu warga saya, kalau nama saya dipakai untuk menipu," ujar Bagong.
Hal serupa juga dialami Kades Kayen Kidul, Kecamatan Kayen Kidul, Bambang Agus Pranoto. Namanya juga dipakai untuk menipu warganya. Tak hanya itu, pelaku juga menggunakan akun Facebook mengatasnamakan dirinya.
"Ada yang inbox ke teman Facebook saya kebetulan itu warga sekaligus tetangga saya. Pelaku meminta pulsa dan uang untuk dikirim ke rekening," tutur Agus.
Pelaku meminta pulsa kisaran mulai Rp 50 ribu hingga Rp 200 ribu. Untuk nominal uang yang diminta Rp 1 juta hingga Rp 5 juta. Pelaku menyuruh mengirim ke nomor rekening bank yang sudah ditentukan.
Modus pelaku ini menipu dengan alasan butuh uang untuk biaya rumah sakit dan mengalami permasalahan di kepolisian.
"Ternyata tidak saya saja. Bahkan rekan kades lainnya di wilayah Kabupaten Kediri juga mengalami hal yang sama," bebernya.
Meski namanya dicatut untuk menipu warganya, Agus enggan melapor ke pihak kepolisian. Ia mengimbau kepada warganya untuk tidak mudah percaya.
Baca Juga : Diproyeksikan Jadi Wisata Baru, Kolam Renang Nuansa Kebudayaan Akan Hadir di Pakisrejo
"Saya berharap kepada semuanya untuk tetap waspada dan jangan mudah percaya bila ada nama kades meminta pulsa atau uang" jelas Agus.
Sementara itu, Kasatreskrim Polres Kediri AKP Gilang Akbar saat dikonfirmasi menuturkan bahwa kasus ini saat ini semakin marak terjadi.
"Kemarin ada laporan dari warga Kecamatan Pagu Kabupaten Kediri. Bahkan korbannya ini sudah tertipu hingga Rp 5 juta rupiah," jelas Gilang Akbar.
Masih kata Gilang Akbar untuk pihak kepala desa yang jadi korban penipuan tidak melaporkan kejadian ini ke polisi. Namun warga yang tertipu mengirimkan uang Rp 5 juta itu yang sudah melaporkan kejadian ini ke Polres Kediri.
"Modus macam ini semakin banyak akhir-akhir ini dengan modus memakai foto dan nama seseorang," ungkapnya.
Selanjutnya guna tak menghindari kejadian seperti ini, AKP Gilang Akbar mengimbau agar masyarakat tak mudah percaya dengan modus peniupan seperti ini.
"Saya harap masyarakat jika dihubungi oleh nomor tidak dikenal dan meminta uang mengaku sebagai seseorang yang sudah dikenal, supaya tak gampang percaya," ajaknya.