TULUNGAGUNGTIMES - Rutinitas di kantor untuk melayani masyarakat merupakan kewajiban bagi perangkat desa. Namun, terkadang justru perangkat desa harus turun bawah (turba) untuk menyapa masyarakatnya.
Seperti halnya yang dilakukan perangkat desa Kalibatur Kecamatan Kalidawir ini, untuk tetap menjaga kekompakan para perangkat yang dipimpin langsung kepala desa Asim mengunjungi pantai Sine pada Minggu (07/02/2021).
Baca Juga : Berkah Banjir, Nikmati Peyek Udang Hasil Jebakan dari Luapan Sungai, Ini Resepnya
"Kita ini kan punya potensi laut, punya wisata pantai yang indah. Jadi perangkat sesekali perangkat yang datang ke sana untuk melihat secara langsung kehidupan warga," kata sekretaris desa Kalibatur, Kayani, Minggu (08/02/2021).
Lanjut Kayani, dalam kesempatan itu bahwa seluruh perangkat bersama-sama menebar jaring dan menarik untuk mendapatkan ikan laut dari pantai yang cukup hits di Tulungagung ini.
"Dengan menebar jaring dan menarik bersama-sama ini juga menguji kekompakan kita sesama perangkat desa. Jika dianggap Refreshing karena ini masih Covid-19 maka belum hanya melihat secara langsung masyarakat kita di sana dan merasakan bagaimana susahnya mencari ikan dengan menjaring," tuturnya.
Setelah jaring ditarik, sejumlah ikan didapatkan meski bukan ikan yang besar namun para perangkat dengan suka ria mengambil ikan itu untuk dibakar. Meski menikmati suasana yang menyenangkan, seluruh perangkat desa tetap patuh protokol kesehatan dengan tetap menggunakan masker, menjaga jarak dan memberi contoh pada masyarakat lainnya agar tidak terjadi penularan Covid-19. "Kita makan bersama-sama sambil diskusi ringan, ini aktivitas yang baik dan semoga dapat rutin dilaksanakan," ujarnya.
Baca Juga : DPRD Surabaya: Sekelas Lippo Group Masak Gak Punya Uang Bangun RS Baru?
Seperti diketahui, desa Kalibatur merupakan salah satu Desa di wilayah Kecamatan Kalidawir dan termasuk daerah dataran tinggi. Letak Desa Kalibatur bisa dibilang terpencil dengan jarak ke Kecamatan sekitar 5 Km dan ke Ibukota Kabupaten sekitar 25 Km. Jarak ini tergolong paling jauh sekali ke Ibukota Kabupaten di bandingkan dengan desa lain.
Ada 6 Dusun, 14 RW dan 43 RT di desa ini. Mata pencaharian mereka selain dari berladang, berdagang juga merupakan nelayan karena di desa ini mempunyai wilayah laut. Wisata pantai yang terkenal di desa ini adalah pantai Sine dengan cemara sewu yang sangat indah mempesona.