JEMBERTIMES - Banjir yang melanda beberapa wilayah Jember dalam dua pekan terakhir telah menarik simpati beberapa pihak. Salah satunya datang dari alumni asuhan Pondok Pesantren Darussalam Blokagung Banyuwangi atau biasa dikenal Al Adab.
Dengan membawa bantuan sembako dan kebutuhan sehari-hari lainnya, rombongan Al Adab Blokagung memberikan bantuan untuk warga yang terdampak banjir di beberapa titik yang ada di Jember. Yakni di wilayah Kota Jember, tepatnya di Kecamatan Kaliwates, dan di Desa Wonoasri, Kecamatan Tempurejo.
Baca Juga : Dianggap Jual Water Meter Hibah PDAM, Begini Penjelasan Detail KP-SPAMS
“Kami mengirimkan bantuan kepada warga Jember yang terkena dampak banjir. Itu setelah ada rekan-rekan alumni di Jember yang mengirimkan beberapa vidio ke grup alumni tentang kondisi banjir yang melanda Jember. Dan ini sudah menjadi kegiatan rutin kami dalam bakti sosial membantu masyarakat yang terkena musibah bencana. Sehingga hari ini kami membawa bantuan sembako dan kebutuhan sehari-hari untuk warga Jember yang terdampak banjir,” ujar Kiai Imam Syafaat, ketua Al Adab Blokagung Banyuwangi.
Menurut Kiai Syafaat, bantuan untuk masyarakat yang terkena musibah sudah menjadi agenda rutin Al Adab. Tidak hanya bencana yang ada di daerah di sekitar Banyuwangi seperti Jember, Situbondo dan Bondowoso, tapi beberapa daerah yang ada di luar Jawa pun tidak luput dari sasaran aksi sosial Al Adab.
“Alumni Blokagung itu tersebar hampir di seluruh penjuru Indonesia. Sehingga setiap ada bencana, baik banjir, gempa, maupun bencana lainnya, kami selalu mengirimkan bantuan. Bantuan kami kirim dan diterima oleh alumni di masing-masing wilayah. Nanti alumni-alumni di wilayah bencana tersebutlah yang akan membagikan kepada warga,” beber Syafaat.
Sementara untuk bantuan bencana banjir di Kabupaten Jember sendiri, bantuan dikirim langsung kepada warga terdampak oleh pengurus Al Adab Cabang Jember. “Kami sangat berduka atas musibah banjir di Jember. Terlebih yang ada di Desa Wonoasri Tempurejo. Meski sudah langganan terkena banjir kiriman, banjir untuk tahun ini seperti tidak berhenti. Kiriman air datang bertubi-tubi. Belum selesai bersih-bersih, banjir sudah datang lagi. Sehingga kami bersama teman-taman alumni Blokagung yang ada di Jember tergerak untuk menyalurkan bantuan yang dikoordinasi oleh pengurus pusat,” ujar Sidiq Purnomo, pengurus Al Adab Cabang Jember Minggu (31/1/2021).
Baca Juga : Remaja di Tulungagung Jadi Korban Penculikan dan Penganiayaan
Perlu diketahui, pada pertengahan Januari, Desa Wonoasri dan Desa Andongrejo di Kecamatan Tempurejo diterjang banjir selama sepekan. Selain kedua desa, beberapa desa di kecamatan lain di wilayah Jember juga mengalami banjir. Terakhir pada Jumat malam, Sungai Bedadung, yang merupakan sungai terpanjang di Kabupaten Jember dan menjadi ikon kota ini, meluap untuk kali pertama dalam 30 tahun terakhir. (*)