MALANGTIMES - Dua rumah di Dusun Pijetan, Desa Blayu, Kecamatan Wajak, Kabupaten Malang, rusak parah akibat diterjang tanah longsor, Rabu (27/1/2021) malam.
Tanah longsor itu terjadi karena hujan dengan intensitas tinggi. Kondisi itu membuat wilayah yang memiliki kontur tanah pelengsengan harus lebih waspada.
Baca Juga : Ruas Tol Surabaya-Gempol Longsor Kapasitas Transaksi Dikurangi
Kepala Desa Blayu Harianto mengatakan, hujan lebat dimulai siang hari. Akibatnya, dua rumah yang terkena longsoran tanah rusak parah.
“Mulai siang memang hujan dengan intensitas tinggi tapi tidak disertai angin. Sampai setengah sebelas (malam) kurang lebih, terjadi longsor itu,” terang Harianto saat ditemui di lokasi kejadian, Kamis (28/1/2021) siang.
Dari pantauan media ini di lokasi kejadian longsor, rumah yang rusak parah milik Imam Syafi'i (37) dan Sulianto (35). Kondisi satu rumah hampir rata dengan tanah dan satu rumah lagi sebagian temboknya roboh.
“Untuk korban jiwa tidak ada. Tapi satu rumah hancur total sama satu rumah lagi separo,” kata Harianto di tengah banyaknya warga yang melihat evakuasi dari BPBD Kabupaten Malang.
Menurut Harianto, korban yang rumahnya terkena longsor memang sudah memiliki firasat kurang baik ketika sore hari. Saat itu hujan masih sangat lebat.
Karena itu, pemilik rumah yang terkena tanah longsor memutuskan untuk tidur di rumah keluarganya. “Saat terjadi longsor penghuni rumah kebetulan tidur di rumah orang tuanya. Jadi, memang rumahnya kosong,” ungkapnya.
Baca Juga : Jalan Rusak Parah, Warga Dua Desa Patungan untuk Perbaikan
Selain rumah yang rusak parah, beberapa barang berharga seperti dokumen keluarga tertimbun longsoran tanah dan tembok yang roboh. “Juga ada dua motor yang tertimbun. Tapi tadi pagi berhasil dikeluarkan. Meski rusak fisik tapi (sepeda motor, red) masih bisa hidup,” kata dia.
Saat ini, BPBD Kabupaten Malang masih melakukan upaya menutup sebagian tanah yang berada di atas dengan terpal. Hal itu untuk menahan agar jika terjadi hujan kembali, tidak terjadi longsor susulan.