TULUNGAGUNGTIMES - Imbas ditutupnya toko modern berjejaring di Tulungagung per tanggal 11 Januari 2021 lalu juga dialami oleh pelaku UMKM yang berjualan di halaman toko tersebut. Pasalnya sudah hampir satu minggu pelaku UMKM itu tidak bisa berjualan lagi karena menunggu kepastian alih fungsi dari eks toko modern berjejaring itu.
Menanggapi hal itu Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (Dinkop UMKM) Tulungagung Slamet Sunarto mengatakan, para pelaku UMKM harus mempunyai mental tahan banting, dan reponsif terhadap situasi.
Baca Juga : Tak Hanya Karyawan, UMKM pun Juga Kena Dampak Penutupan Toko Modern di Tulungagung.
Menurutnya, masa pandemi covid-19 saat ini menjadi masa sulit bagi pelaku UMKM, maka harus selalu kreatif dan inovatif. Selain itu, lanjutnya, pelaku UMKM di depan toko modern berjejaring mayoritas belum terdaftar dalam kelompok-kelompok binaan dinas yang dipimpinnya itu.
"Kita punya marketplace, dan 7 komunitas/kelompok binaan, silakan bergabung, mungkin bisa membantu mencarikan solusi bagi UMKM terdampak itu," kata Slamet ditemui wartawan TulungagungTIMES di kantornya, Senin (18/01/2021).
Pria berkacamata itu menyarankan, pelaku UMKM di depan toko modern berjejaring itu untuk segera gabung di komunitas binaan dinas, agar bisa berdiskusi dengan teman-teman seprofesinya atau mendapat informasi seputar pemasaran dan strateginya.
Keuntungan ikut komunitas, kata Slamet, sangatlah banyak salah satunya ada fasilitas promosi di salah satu stasiun TV lokal setiap hari Rabu. Selain untuk usaha kuliner juga ada banyak materi dan strategi yang diberikan dalam forum komunitas itu. "Yang jelas janganlah putus asa, dan mudah menyerah, atau merasa gagal hanya karena satu masalah," ucapnya.
Sebagai kepala Dinas, Slamet menegaskan, pemerintah daerah melalui dinas yang dipimpinnya hadir dalam masalah tersebut, dan akan mengakomodir semua pelaku UMKM yang ada di Tulungagung di dalam Matketplace dalam bentuk Lapak UMKM,
Dijelaskan olehnya, dalam aplikasi lapak UMKM menampilkan produk UMKM beserta pelakunya, dan sudah ada 650 pelaku UMKM beserta 1.065 produk yang dipasarkan.
Baca Juga : PTIJK 2021, OJK Jelaskan Tantangan dan Arah Kebijakan Sektor Jasa Keuangan 2021
"Syarat masuk Marketplace harus tergabung dulu dalam komunitas binaan dinas, tidak boleh perorangan, karena di sana ada seleksi produk beserta izinnya" jelasnya.
Bagi pelaku UMKM yang masih bingung, Slamet meminta untuk datang langsung ke Kantornya, karena sudah disiapkan konsultan, PLUT dan fasilitas lain bagi pelaku UMKM terdampak itu.
Di tempat yang sama, salah pengurus Komunitas UMKM Tulungagung Tita mengatakan, pelaku UMKM idak boleh terpaku pada satu bidang, ia mempersilakan pelaku UMKM terdampak itu untuk bergabung di grupnya itu. "Kita akan bantu pemasaran gratis, kalau mau bisa ikut siaran langsung dengan komunitas," katanya.
Dalam komunitas UMKM Tulungagung, lanjutnya, telah disepakati dan dicanangkan gerakan bela beli produk UMKM. Selain itu, bagi pelaku UMKM pemula juga akan dibantu dalam hal pengurusan izin usaha, izin edar dan pemasaran.