free web hit counter
Jatim Times Network
Beranda
Peristiwa

Protes Pada Bupati, Aksi Pemuda ini Malah Dituding Settingan, Kepala Dusun Angkat Suara

Penulis : Adi Rosul - Editor : Pipit Anggraeni

15 - Jan - 2021, 20:58

Loading Placeholder
Aksi Protes JN saat kunjungan Bupati Jombang Mundjidah Wahab di lokasi banjir Dusun Beluk, Desa Jombok, Kecamatan Kesamben, Jombang. (Istimewa)

JOMBANGTIMES - Aksi protes atas bencana banjir yang terjadi di Kabupaten Jombang sempat menuai pro dan kontra. Seorang pria yang menantang Bupati Jombang Mundjidah Wahab untuk tinggal di lokasi banjir pun sempat dituding melakukan aksi settingan. Belakangan, aksi protes yang dilayangkan warga Dusun Beluk, Desa Jombok, Kecamatan Kesamben itu pun menolak keras tudingan settingan tersebut.

Pria yang melakukan aksi protes itu sendiri adalah JN, warga RT 01 RW 02 Dusun Beluk, Desa Jombok. "Dia asli warga sini. Ya sudah lama tinggal di sini," kata Kepala Dusun Beluk, Sustiyo Budiyanto saat ditemui di kediamannya, Jumat (15/1/2021).

Baca Juga : 11 Rumah Terancam Tanah Longsor di Dusun Brau

Aksi protes JN diutarakan saat Mundjidah bersama pimpinan Forkompinda Jombang meninjau lokasi banjir pada Rabu (13/1/2021) kemarin. Ia protes keras dan menantang Bupati Jombang periode 2018-2023 itu untuk tinggal seminggu di Dusun Beluk.

Aksi protes tersebut kemudian dicurigai Mundjidah sebagai aksi settingan. Hal itu pun dibantah oleh Sustiyo. Menurut dia, aksi protes JN merupakan bentuk reaksi kekesalan lantaran sudah sejak dua pekan hidup dalam kepungan banjir.

Ia pun menyebut protes warganya itu spontanitas tanpa ada setingan.

"Setingan maksudnya gimana ya? bukan ya bukan ya (bukan setingan, red). Saya kira itu luapan emosi mendadak ya. Kalau saya memahami, mungkin kangen ya sama ibunya (Bupati Jombang, red). Dua minggu kena banjir ingin dikunjungi dan ingin dapat jawaban langsung dari ibu atau pimpinan terkait," ujarnya.

Dikatakan Sustiyo, kediaman JN sudah dua pekan tergenang banjir setinggi hampir satu meter. Di rumah JN itu, dihuni juga oleh kedua orang tuanya yang berusia lanjut sekitar 60 tahun. Kondisinya ini lah, yang membuat kesal JN sehingga spontanitas marah saat Bupati Jombang berkunjung ke lokasi banjir.

"Mungkin lepas kontrol lah itu. Lepas kontrol, emosi sesaat yang meledak-ledak. Saya mewakili dari keluarga maupun warga saya itu mohon maaf. Meskipun tujuannya kan benar, tapi emosi yang sesaat itu kan gak bisa kita bendung," kata Sustiyo.

Baca Juga : Amatar Nilai Pelayanan Kantor Camat Tanah Merah Tak Maksimal

Aksi protes pria warga Dusun Beluk itu sebelumnya ditanggapi oleh Bupati Jombang. Mundjidah mencurigai protes JN tersebut sebuah setingan semata. Bupati Jombang perempuan pertama itu pun meminta Camat Jombang untuk menelusuri identitas yang memprotes dan menantangnya tinggal di lokasi banjir.

Mundjidah juga menganggap aksi protes yang dilakukan tidak beretika. "Kalau warga kita sendiri gak ada yang begitu, berarti karakternya gak akhalkul karimah. Itu sudah terbaca mas, setingan ajah," kata Mundjidah.

 


Topik



Media Terverifikasi Dewan Pers

Update Berita JatimTIMES Network

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News JatimTIMES atau bisa menginstall aplikasi Jatim Times News melalui tombol berikut:


Penulis

Adi Rosul

Editor

Pipit Anggraeni

Peristiwa

Artikel terkait di Peristiwa

--- Iklan Sponsor ---