Warga Marahi Bupati Jombang Saat Tinjau Lokasi Banjir | Jatim TIMES

Warga Marahi Bupati Jombang Saat Tinjau Lokasi Banjir

Jan 13, 2021 18:55
Warga yang protes ke Bupati Jombang saat dikondisikan petugas. (Istimewa)
Warga yang protes ke Bupati Jombang saat dikondisikan petugas. (Istimewa)

JOMBANGTIMES - Seorang warga korban banjir mengamuk saat Bupati Jombang Mundjidah Wahab meninjau lokasi banjir di Dusun Beluk, Desa Jombok, Kecamatan Kesamben, Jombang. Ia kecewa lantaran tak ada solusi penanganan banjir hingga dua pekan ini.

Peristiwa terjadi saat Mundjidah datang ke lokasi pada Rabu (13/01) sekitar pukul 12.20 WIB. Saat itu Mundjidah didampingi oleh Forkopimda dan OPD Pemkab Jombang untuk melihat kondisi banjir di sebelah barat Dusun Beluk. 

Baca Juga : Curah Hujan Tinggi, Jembatan di Kawasan Sukun Ambrol

Tempat kunjungan Bupati ini merupakan titik terendah dari banjir di Dusun Beluk.

Belum lama Mundjidah beserta rombongan berada di lokasi, tiba-tiba datang seorang warga menghampiri Bupati. Pria berbadan tinggi mengenakan kaus puti-biru itu tiba-tiba mengamuk di depan Bupati Jombang.

Pria yang belum diketahui namanya itu mengatakan, kedatangan Bupati dinilai percuma. Bupati diminta untuk turun ke warga yang berada di tengah-tengah Dusun Beluk.

Bahkan, pria yang mengaku warga Dusun Beluk itu menantang Mundjidah untuk tinggal di lokasi banjir selama satu minggu. Kata-kata kasar pun ia lontarkan di hadapan Bupati Jombang.

"Percuma mrene (percuma ke sini, red). Melbuo nek wani (masuk saja kalau berani, red). Ayo melbu, nginepo nang kene seminggu (ayo masuk, menginap di sini satu minggu, red)," lontarnya pada Bupati Jombang di lokasi.

Insiden itu membuat petugas di lokasi memenangkan pria tersebut. Ia digiring menjauh dari rombongan Bupati. "Gak sabar pak, aku iki nduwe wong tuwek (tidak sabar pak, saya ini punya orang tua, red)," ujarnya sambil berjalan meninggalkan rombongan Mundjidah.

Aksi protes warga tersebut dikarenakan kekesalannya yang hidup dalam kepungan banjir selama dua pekan ini. Banjir di Dusun Beluk ini terjadi sejak 1-13 Januari 2021.

"Apa, ada proyek (filter sungai, red) kok malah tambah lama (banjirnya, red). Gak ada solusi itu. Jebol, tidak ada kata lain. Kalau mati, mati semua," teriaknya.

Baca Juga : Tangani Bencana Lebih Cepat, BPBD Kabupaten Malang Membuat Pos di Empat Titik

Insiden tersebut dibenarkan oleh Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jombang, Abdul Wahab. Ia mengatakan, insiden warga marahi Bupati itu berlangsung saat rombongan hendak kembali usai meninjau banjir.

Warga yang protes tersebut tiba-tiba datang dan marah-marah ke Bupati Jombang. "Iya marah-marah sepertinya. Tapi itu kan sudah selesai, itu waktu ibu (Bupati Jombang, red) mau pulang. Banyak pejabat yang sudah di mobil. Ibu waktu masih ngobrol-ngobrol sama warga, memberikan semangat," terangnya saat dikonfirmasi wartawan.

Wahab mengatakan, aksi protes warga tersebut dianggap wajar dengan kondisi banjir yang dirasakan hampir dua pekan ini. Itu dianggap luapan emosi sesaat ketika bertemu dengan Kepala Daerah.

"Dalam suasana seperti itu, apalagi lebih dari satu minggu hidup di tengah-tengah banjir, siapa yang ndak stres. Cuman masalahnya ada warga yang bisa menahan emosi, ada yang tidak. Daia hanya teriak sendiri," ucapnya.

Banjir di Dusun Beluk, Desa Jombok, Kecamatan Kesamben, Jombang ini terjadi sejak (01/01/21). Hingga hari ini, banjir masih merendam 200 rumah penduduk. Dimana ada sekitar 250 jiwa terdampak banjir di dusun tersebut.

"Ketinggian banjir di jalan sekitar 1 meter. Banjir tertinggi masih di kisaran 80 sentimeter," pungkas Wahab.(*)

Topik
Banjir Jombang Kecamatan Kesamben Bupati Jombang Hj Mundjidah Wahab berita jombang

Berita Lainnya