Satu dari dua nelayan asal Kabupaten Sumenep yang hilang di perairan Giligenting sejak Sabtu (9/01/2021) lalu ditemukan tidak bernyawa, Selasa (12/01/2021). Korban yang ditemukan bernama Halipi (24) dan sudah dievakuasi oleh tim gabungan.
"Satu korban sudah ditemukan di perairan selatan Pulau Giliraja dengan jarak 2 mil dari lokasi kecelakaan," ungkap Kasubbag Humas Polres Sumenep AKP Widiarti.
Baca Juga : Sederet Berita Hoax Terkait Kecelakaan Sriwijaya Air, Foto Bayi Selamat hingga Suara Aneh!
Saat ditemukan petugas, korban dalam keadaan mengapung dan diketahui sudah dalam kondisi tidak bernyawa. "Jenazah korban langsung dibawa ke rumah duka menggunakan perahu warga," ucapnya.
Sementara, tim Basarnas bersama tim gabungan Sumenep terus melanjutkan penyisiran dan pencarian satu korban lainnya yang belum ditemukan.

Sebelumnya, pada Sabtu (9/01/2021) sekitar pukul 23.30 WIB dikabarkan terjadi kecelakaan laut (laka laut).
Atas peristiwa nahas itu, dua nelayan hilang tenggelam, yakni atas nama Hafik (21) dan Halipi (24). Keduanya, warga Dusun Pesisir, Desa Prenduan, Kecamatan Pragaan, Kabupaten Sumenep.
Korban hendak memancing ikan di perairan Giligenting dengan menggunakan perahu bersama lima teman nelayan lain yang selamat. Yakni, Subli, Ahmad Dhani, Supardi, Akfan dan Andi.
Awalnya, korban Hafik hendak buang air kecil di atas perahu. Cuaca kala itu turun hujan dan kondisi licin. Lalu korban terpeleset dan jatuh ke laut.
Baca Juga : Mayat tanpa Identitas Ditemukan Terhanyut di Sungai Kecamatan Bululawang
Melihat temannya jatuh, Halipi langsung melompat ke laut dengan tujuan untuk menolong Hafik. Namun sayang, Hafik juga ikut tenggelam ditelan ombak besar.
Usaha pencarian sudah dilakukan oleh Basarnas bersama tim gabungan dan dibantu warga nelayan lain dengan mengerahkan lima perahu. Namun, tidak membuahkan hasil.