Menyongsong hari jadi PDI Perjuangan (PDIP) ke-48, DPC PDIP Kabupaten Blitar memperingatinya secara sederhana. Kegiatan diisi dengan melaksanakan bakti sosial.
Bentuk dari bakti sosial kali ini adalah dengan melaksanakan pengasapan atau fogging untuk mencegah penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD). Kegiatan ini digelar selama dua hari yakni pada Kamis 7 Januari dan Jumat 8 Januarai 2021. Ulang tahun PDIP sendiri jatuh pada 10 Januari.
Baca Juga : Pandemi Covid-19, Angka Pernikahan di Kabupaten Blitar Alami Penurunan
Sekretaris DPC PDIP Kabupaten Blitar, Suwito mengungkapkan bakti sosial Fogging dilakukan dengan menggandeng Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar. Dukungan diberikan Dinkes dengan menyediakan lima unit alat fogging dan dua orang teknisi. Sedangkan DPC PDI Perjuangan menyiapkan tenaga pendukung, kebutuhan transportasi, akomodasi dan logistik lainnya.
“Kegiatan ini bukan semata-mata bakti sosial. Selain untuk menekan munculnya kasus DBD, kegiatan ini diadakan untuk memperkuat kedekatan antara PDI Perjuangan dengan masyarakat,” kata Suwito, Sabtu (9/1/2021).
Dikatakannya, melalui bakti sosial seperti ini kader-kader partai bisa melakukan aksi nyata yang bermanfaat bagi masyarakat.
“ Kegiatan seperti ini harus menjadi tradisi di partai kami. Karena manfaatnya sangat besar dan bisa langsung dirasakan,” tegas politisi yang juga menjabat Ketua DPRD Kabupaten Blitar.
Penyemprotan fogging yang dilakukan oleh kader-kader PDI Perjuangan mencakup sebelas desa dan kelurahan di empat kecamatan. Masing masing Kecamatan Selorejo lima desa, Kecamatan Garum dua kelurahan dan satu desa. Selain itu juga dilakukan foging di satu desa di Kecamatan Kanigoro serta satu desa di Kecamatan Kademangan.
Baca Juga : Kabar Duka, Dandim 0808/Blitar Letkol Arh Dian Musriyanto Meninggal Dunia di Malang
Koordinator fogging, Deni Syahputra, menerangkan bahwa aksi yang dilakukan bersama puluhan kader partai di tingkat ranting dan anak ranting ini berjalan sukses. Masyarakat menyambut dengan antusias. Bahkan banyak tokoh masyarakat yang mengajukan aga desanya mendapatkan pengasapan atau fogging.
“Karena adanya beberapa keterbatasan , maka cakupan fogging hanya bisa menjangkau empat kecamatan tersebut. Semoga di kesempatan berikutnya cakupan desa yang jadi sasaran fogging bisa diperluas,” pungkasnya.