Kemajuan dan kondusivitas sebuah daerah menjadi perhatian semua pihak, tertama jajaran forkopimda (forum koordinasi pimpinan daerah), seperti yang dilakukan Kapolres Jember AKBP Arif Rachman Arifin pada Kamis (7/1/2021) malam di halaman Mapolres Jember.
Dengan mengundang sejumlah tokoh, akademisi, LSM dan jurnalis, mantan kapolres Karawang ini menggelar dialog yang dibalut dalam “Rembangan Jember” (rembukan untuk pembangunan Jember). Hal ini menyusul situasi politik dan pemerintahan di Kabupaten Jember pasca-pilkada 2020 yang sampai saat ini masih ada pro dan kontra.
Baca Juga : Ajak Warga Disiplin Protokol Kesehatan, Polres Bojonegoro Kerahkan Polwan
Meski acara digelar dengan undangan terbatas dan menerapkan prtokol kesehatan, jajaran Forkopimda Jember, tokoh agama, tokoh masyarakat, LSM, dan beberpa jurnalis hadir. “Kami sengaja mengundang tokoh dan akademisi serta pihak-pihak lain untuk berembuk bagaimana menjadikan Jember kondusif dan maju, saya bukan asli orang Jember, tapi saat ini saya hidup di Jember, tentu terpanggil untuk membantu pemerintah daerah dalam memajukan Kabupaten Jember,” ujar AKBP Arif Rachman Arifin.
Kapolres melihat, banyak PR (oekerjaan rumah) yang ada di Kabupaten Jember sampai saat ini masih berpotensi menimbulkan gejolak di tengah masyarakat. Antara lain tambang pasir besi Paseban, sengketa tanah antara warga dengan beberapa instansi, persoalan perbedaan paham keagamaan, dan persoalan lainnya. Semua ini tidak bisa diselesaikan oleh satu pihak saja, tetapi dibutuhkan keterlibatan banyak pihak.
“Kegiatan ini awal dari mengurai setiap permasalahan. Ke depan, kami akan melibatkan semua pihak untuk mengurai semua persoalan ini. Misal kondisi masih adanya perbedaan paham di salah satu yayasan yang ada di Jember, kami akan menggandeng MUI, tokoh agama dan masyarakat untuk mencari penyelesaian persoalan ini,” ujar kapolres.
Begitu juga dengan agenda Kabupaten Jember. Selain pergantian bupati dan persoalan yang terbaru masalah mogoknya sopir truk sampah, ada persiapan pilkades serentak yang akan digelar pada tahun 2021. Untuk meminimalisasi adanya konflik di masyarakat, polres akan membahas persoalan ini dengan pemkab dan DPRD Jember.
“Tentu ini harus diurai, semua persoalan menjadi tanggung jawab bersama. Sebisa mungkin orang di luar Jember mendapat informasi yang positif tentang Jember, sehingga mereka tertarik untuk berkunjung ke Jember. Kalau kemudian yang muncul di luar tentang sisi negatif Jember, tentu orang luar Jember enggan untuk datang. Padahal potensi di Jember sangat banyak yang bisa dikembangkan,” beber kapolres.
Kapolres berharap, dengan adanya dialog ini, semua pihak terpanggil untuk menebar kebaikan dan memberikan informasi yang positif kepada masyarakat, sehingga harapan untuk memajukan Jember bisa terwujud.
Baca Juga : Masih Harus Waspada, Kota Batu Bakal Dilanda Hujan Deras Tiga Hari ke Depan
Sementara ,Wakil Bupati Jember Drs KHAA. Muqit Arief yang hadir pada dialog ini, kepada sejumlah wartawan menyampaikan bahwa apa yang digagas kapolres Jember ini patut diapresiasi. Jika semua pihak, baik dari akademisi, tokoh agama maupun LSM, berpikir yang sama, maka kemajuan di Kabupaten Jember bisa dicapai.
“Ini ide yang sangat bagus. Kami dari pemerintah daerah sangat mengapresiasi. Saya yakin, jika semua memiliki pemikiran yang sejalan dengan Bapak Kapolres, tentu kemajuan Jember bisa dicapai,” pungkas wakil bupati yang jabatannya tinggal 40 hari lagi itu.