Setelah resmi dilantik sebagai Menteri Agama pada Rabu (23/12/2020), Yaqut Cholil Qoumas langsung tancap gas untuk bekerja.
Terbaru, pria yang akrab disapa Gus Yaqut ini menyatakan jika pemerintah akan mengafirmasi hak beragama warga Ahmadiyah dan Syiah di Indonesia.
Baca Juga : Tinjau Pos Yan Karanglo, Tim Pamatwil Korlantas Polri Apresiasi Langkah Polres Malang
Ia tak ingin ada kelompok beragama yang terusir dari kampung halaman mereka karena perbedaan keyakinan.
"Mereka warga negara yang harus dilindungi," kata Yaqut.
Bahkan Gus Yaqut juga menyatakan bahwa Kementerian Agama akan memfasilitasi dialog yang lebih intensif untuk menjembatani perbedaan selama ini.
"Perlu dialog lebih intensif untuk menjembatani perbedaan. Kementerian Agama akan memfasilitasi," ujarnya.
Pernyataan Gus Yaqut ini rupanya merespon permintaan dari Guru Besar Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta Azyumardi Azra agar pemerintah mengafirmasi urusan minoritas.
Hal itu disampaikan Azyumardi secara daring pada forum Professor Talk Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) di Jakarta, Selasa (15/12/2020) lalu.
"Terutama bagi mereka yang memang sudah tersisih dan kemudian terjadi persekusi, itu perlu afirmasi," katanya.
Di sisi lain, langkah Gus Yaqut ini juga mendapat dukungan dari pengamat politik dan bangsa Toni Rosyid.
Baca Juga : Pengamat Sebut Ada 3 Menteri Lain yang Punya Rapor Merah, tapi Jokowi Tak Berani Reshuffle
Bahkan, Toni menilai jika Gus Yaqut kelak bisa menjadi "Neo Gus Dur" dengan memiliki kebijakan yang tak terduga.
"Dalam membuat kebijakan harus out of the box. Tidak kaku, harus berani mengambil keputusan yang tidak terpikirkan dari prediksi-prediksi orang selama ini," kata Toni melalui channel youtube PadasukaTV.
Toni juga mengingat sosok Gus Dur yang setiap mengambil keputusan tak pernah ada yang menduga.
Bahkan, Gus Dur pernah membela Ahmadiyah yang dihujat banyak orang bukan karena alirannya, melainkan sisi kemanusiaannya.
Toni percaya, Gus Yaqut bisa memainkan peran seperti yang dilakukan Gus Dur. Kendati demikian, Gus Yaqut tidak boleh kaku dan diperlukan komunikasi yang baik dengan semua pihak.