free web hit counter
Jatim Times Network
Beranda
Pemerintahan

Kala Din Syamsuddin Anggap Tawaran Wamendikbud Redahkan Muhammadiyah, Ini Kritik dari KSP

Penulis : Desi Kris - Editor : Sri Kurnia Mahiruni

25 - Dec - 2020, 16:57

Loading Placeholder
Din Syamsuddin (Foto: Kompasiana.com)

Eks Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Din Syamsuddin mendadak menjadi sorotan publik.  

Hal ini terkait penolakan Sekum PP Muhammadiyah, Abdul Mu'ti yang mendapat tawaran sebagai  Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Wamendikbud).  

Baca Juga : Beredar Isu Wali Kota Risma Dapat Tawaran Jabat Menteri Sosial, PDIP Angkat Bicara

Terkait penolakan Abdul Mu'ti, Din pun justru memberikan pujian. Ia bahkan menyebut jika tawaran tersebut telah merendahkan Muhammadiyah.  

Sebelumnya, diketahui nama Abdul Mu'ti sempat ada dalam daftar wamen. Namun, saat pelantikan pada Rabu (23/12/2020) sosok Abdul Mu'ti tak terlihat hadir di Istana Negara.  

Sehingga Jokowi hanya melantik lima wamen saja. Selain itu, Din mengatakan jika anggota Muhammadiyah tidak gila jabatan.  

"Penolakan Prof Dr Abdul Mu'ti, MEd, Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, untuk menjadi Wamendikbud adalah sikap yang tepat. Hal itu mencerminkan sikap seorang anggota Muhammadiyah sejati yang antara lain tidak gila jabatan, menolak jabatan yang tidak sesuai dengan kapasitas, dan jabatan yang merendahkan marwah organisasi," kata Din dalam keterangan tertulisnya.  

Din lantas mengatakan jika penolakan Abdul tersebut hanyalah sikap tawadu.  

"Alasannya bahwa tidak berkemampuan mengemban amanat hanyalah sikap tawadu. Prof Abdul Mu'ti adalah guru besar dan pakar pendidikan yang mumpuni, wawasannya tentang pendidikan dan kemampuan memimpinnya sangat tinggi," sambung Din.

Lebih lanjut, ia menilai jika tawaran jabatan Wamendikbud kepada Abdul Mu'ti seolah merendahkan Muhammadiyah. Din juga berbicara soal penempatan orang yang tepat di sebuah jabatan.

"Penunjukan Prof Dr Abdul Mu'ti, MEd, sebagai Wamendikbud bernada merendahkan organisasi Muhammadiyah yang besar, pelopor pendidikan, dan gerakan pendidikan nasional yang nyata. Seyogianya Presiden memiliki pengetahuan kesejarahan dan kebangsaan sehingga dapat menampilkan kebijaksanaan untuk menempatkan seseorang dan sebuah organisasi pada tempatnya yang tepat," ujar dia.

Diketahui, Abdul menolak tawaran ini setelah mengukur kemampuan diri hingga berubah pikiran untuk tidak bergabung dalam Kabinet Indonesia Maju.  

"Awalnya, ketika dihubungi oleh Pak Mensesneg dan Mas Mendikbud, saya menyatakan bersedia bergabung jika diberi amanah. Tetapi, setelah mengukur kemampuan diri, saya berubah pikiran. Semoga ini adalah pilihan yang terbaik," ujar Abdul melalui akun Twitternya @Abe_Mukti.

Ia juga menyebut jika amanah tersebut terlalu berat.  

Baca Juga : Warga Ungkapkan Kejengkelan, Tri Rismaharini Diminta Introspeksi Diri

"Saya merasa tidak akan mampu mengemban amanah yang sangat berat itu. Saya bukanlah figur yang tepat untuk amanah tersebut," tutur dia.

Pernyataan Din tersebut lantas mendapat tanggapan dari Kantor Staf Presiden (KSP).  

Tenaga Ahli Utama KSP, Ali Mochtar Ngabalin memberikan kritikan dan mempertanyakan maksud dari Din tersebut.

"Apa, perspektifnya? Pertama harus dicek apa yang menjadi alasan Pak Din mengomentari seperti itu," ujar Ngabalin.

Menurutnya, pernyataan Din tersebut merupakan pernyataan sinis.  

Ia heran apa yang dilakukan oleh pemerintah selalu dianggap buruk oleh Din.  

"Masa semua yang dilakukan pemerintah buruk di mata Pak Din, sementara Pak Din adalah figur yang memang selama ini dijadikan anak-anak muda Muhammadiyah, meskipun saya menghargai apa yang disampaikan beliau, tapi itu tidak mencerahkan generasi baru Muhammadiyah. Itu pernyataan yang sinis, segera lah move on," ucapnya.


Topik



Media Terverifikasi Dewan Pers

Update Berita JatimTIMES Network

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News JatimTIMES atau bisa menginstall aplikasi Jatim Times News melalui tombol berikut:


Penulis

Desi Kris

Editor

Sri Kurnia Mahiruni

Pemerintahan

Artikel terkait di Pemerintahan

--- Iklan Sponsor ---