free web hit counter
Jatim Times Network
Beranda
Kesehatan

Begini Desain Rumah Sakit Darurat di Jombang

Penulis : Adi Rosul - Editor : A Yahya

19 - Dec - 2020, 21:15

Loading Placeholder
Gedung Stikes Pemkab Jombang tampak dari depan. (Foto : Adi Rosul / JombangTIMES)

JOMBANGTIMES - Rumah sakit darurat untuk pasien covid-19 akan dibangun dengan kapasitas 100 Bed atau tempat tidur. Rumah sakit darurat ini akan dikelola oleh RSUD Jombang. Lalu seperti apa desainnya?

Rumah sakit darurat yang dipersiapkan akan menempati gedung lama Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) Pemkab Jombang, di Jalan Dokter Sutomo, Kelurahan Jombatan, Kecamatan Jombang. Gedung tersebut dulunya pernah menjadi rumah karantina Covid-19 pada bulan Juni 2020 lalu.

Baca Juga : Abai Prokes, Pemkab Banyuwangi Siapkan Sanksi Tegas

 

Rumah sakit darurat ini dipersiapkan lantaran kapasitas ruangan perawatan pasien covid-19 di RSUD Jombang sudah tidak mampu lagi menampung pasien. Untuk saat ini saja, sudah ada sekitar 120 pasien yang dirawat di ruang isolasi RSUD Jombang. Hal ini jauh dari kapasitas ruangan yang tersedia di rumah sakit plat merah itu, yakni 89 bed.

Untuk itu, rumah sakit darurat dirasa perlu oleh otoritas kesehatan setempat. Untuk pengelolaan rumah sakit darurat nantinya akan dipegang oleh RSUD Jombang selaku rumah sakit rujukan regional Jawa Timur.

"Hingga saat ini sudah banyak pasien covid-19 yang datang berobat ke RSUD Jombang. Dalam sehari mencapai 14 orang, hari ini saja kita sudah menerima 120 orang. Untuk itu kita usulkan rumah sakit darurat atau rumah sakit lapangan. Dalam waktu dekat akan segera terealisasi. Kemarin sudah diwacanakan pengelolaannya diserahkan ke RSUD Jombang," terang Direktur RSUD Jombang dr Pudji Umbaran kepada wartawan, Sabtu (19/12).

Dijelaskan Pudji, rumah sakit darurat ini akan didesain layaknya rumah sakit sungguhan. Gedung untuk rumah sakit darurat ini akan menampung 100 pasien covid-19 dengan kategori ringan hingga sedang.

Fasilitas yang akan disiapkan berupa tempat tidur, aliran listrik, air bersih hingga kamar mandi. Pihak RSUD Jombang juga menyiapkan sejumlah kebutuhan pelayanan kesehatan. Seperti salah satunya instalasi oksigen.

"Itu nanti akan kita desain dengan beberapa kebutuhan pelayanan. Mengingat ini nanti bukan untuk rumah karantina, melainkan betul-betul untuk rumah sakit perawatan. Kita tata terkait kebutuhan oksigennya, dan sejumlah kebutuhan lain seperti listrik dan sebagainya. Prinsipnya rumah sakit darurat ini jauh seperti rumah karantina yang dahulu pernah kita buat," jelasnya.

Baca Juga : Kasus Covid-19 Tulungagung Melonjak, GOR Lembupeteng akan Diubah Jadi RS Lapangan

 

Rumah sakit darurat ini akan dijaga oleh tenaga medis selama 24 jam penuh. Untuk tenaga medis sudah dipersiapkan sebanyak 24 orang dalam sehari. Di mana seluruhnya akan dibagi 4 sif. Satu shif akan bertugas 6 tenaga medis, termasuk tenaga Cleaning Servis.

"Kalau 100 tempat tidur, mungkin satu sif kita butuh 6 perawat. Ada dokter, perawat dan tenaga kebersihan. Kalau ini kita tata per-enam jam, maka kita butuh empat sif. Untuk satu sif kita siapkan 6 tenaga medis," pungkasnya.(*)

 


Topik



Media Terverifikasi Dewan Pers

Update Berita JatimTIMES Network

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News JatimTIMES atau bisa menginstall aplikasi Jatim Times News melalui tombol berikut:


Penulis

Adi Rosul

Editor

A Yahya

Kesehatan

Artikel terkait di Kesehatan

--- Iklan Sponsor ---