Gerbang masuk Lumajang bagian utara kini semakin menarik dengan kemegahan Masjid Rahmat yang selesai direnovasi. Selain menjadi tempat beribadah, masjid yang tampak megah ini juga menjadi tempat istirahat sementara bagi pengguna jalan. Bahkan tidak sedikit yang datang dengan tujuan wisata religi berkunjung ke masjid ini.
Kunjungan wisata religi itu pun kemudian diunggah ke berbagai media sosial, sehingga menarik perhatian pengunjung yang lain. "Masjid Rahmat selesai direnovasi selama 4,5 tahun, alhamdulillah selain untuk beribadah masjid ini juga sebagai wisata religi, sehari bisa lebih dari 200an orang," ujar Nurhasan, takmir Masjid Rahmat.
Baca Juga : Pariwisata Dibuka, Kesadaran Wisatawan di Blitar Jalankan Protokol Kesehatan Tinggi
Dijelaskan, Masjid Rahmat dibangun pada tahun 1975, kemudian mulai direhab setelah mempertimbangkan berbagai usulan dari jajaran ketakmiran maupun jemaah.
Lanjut Nurhasan, luas tanah 840 m2 , luas bangunan 1.286 m2 dengan status tanah Wakaf, lokasinya berada di Desa Wates Wetan, Kecamatan Ranuyoso.
"Pendanaan berasal dari penarikan amal di jalan yang berhasil terkumpul rata-rata 50 juta sebulan, ketika lebaran bisa sampai 120an juta sepekan," imbuh Nurhasan.
Baca Juga : Pemkab Bondowoso Seriusi Kelola Gunung Piramid, Tunjuk Pendaki Profesional Ukur Potensi Bahaya
Pria yang juga dikenal sebagai komentator turnamen voli tersebut menambahkan, para petugas amal tidak mengambil sepeserpun dana yang disumbangkan. Berapa pun jumlah yang didapat semua untuk kepentingan masjid. "Semua petugas amal bekerja secara sukarela, kalau lapar ya pulang ke rumah masing-masing," kelakarnya.