Akhir tahun sudah di depan mata. Sebagai kota wisata, pastinya Kota Batu menjadi jujukan wisatawan yang ingin menikmati waktu liburnya di tengah pandemi covid-19.
Karena itulah, Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko mewanti-wanti agar pelaku pariwisata menerapkan protokol kesehatan dengan ketat. Mengingat sebelumnya dalam 4 hari pasien konfirm positif menjadi sejarah lantaran lonjakan tinggi mencapai 154 orang..
Baca Juga : Serbu Sekarang! Sengkaling dan Taman Kemesraan Bagi-Bagi Voucher Masuk Gratis!
Tidak ingin itu terulang, dalam waku dekat Dewanti juga berencana untuk melakukan inspeksi mendadak (sidak) di beberapa hotel dan restoran di Kota Batu.
“Saya berencana untuk melihat bagaimana protokol kesehatan saat mereka masak pakai masker agah tidak di dapur hotel. Kalau ketahuan tidak pakai, sudah tutup saja hotelnya,” ungkapnya.
Sikap tegas ini akan dilakukan orang nomor satu di Kota Batu karena sudah memberi lampu hijau bagi hotel-hotel untuk menggelar acara malam tahun baru. Namun tetap disiplin dalam menjalankan protokol kesehatan.
“Syaratnya tetap pengurangan kapasitas dibatasi 50 persen dari ruangan. Dan jamnya juga tidak beruforia berlebihan,” tambah politisi PDIP ini. Hal itu dilakukan, karena Dewanti ingin roda perekonomian yang sudah berjalan bisa kembali.
Sedangkan Ketua Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Batu Sujud Hariadi menambahkan, protokol kesehatan tetap dilakukan dengan ketat mengingat pandemi covid-19 belum berakhir dan dengan tetap mematuhi protokol kesehatan mematasi jumlah pengunjung 50 persen.
Baca Juga : Hari Terakhir, Yuk Rebut Voucher Menginap Tsunami 1.260 Kabupaten Malang
“Meskipun akhir tahun pelaku pariwisata menerima wisatawan, tetapi juga menerapkan protokol kesehatan dengan kuota 50 persen. Bersyukurnya hingga saat ini kasus covid-19 di Kota Batu tidak ada yang berasal dari tempat wisata,” ujarnya.
Sedang hingga saat ini anggota PHRI Kota Batu terdiri dari 66 hotel, 16 cafe/resto dan 4 lembaga pendidikan pariwisata. Diperkirakan okupansi mengalami kenaikan pada Januari 2021, mengingat adanya pemangkasan cuti bersama oleh pemerintah pusat.