Tahapan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Malang 2020 yang telah memasuki masa tenang membuat Bawaslu (Badan Pengawas Pemilu) Kabupaten Malang menertibkan APK (alat peraga kampanye) masing-masing pasangan calon (paslon) bupati dan wakil bupati Malang.
Sesuai jadwal, pihak Bawaslu mulai melakukan penertiban APK masing-masing paslon pada Minggu (6/12/2020) pukul 09.00 WIB. Dalam melakukan penertiban APK, Bawaslu dibantu ajaran Satpol PP Kabupaten Malang, Dinas Perhubungan Kabupaten Malang, Polres Malang, dan Kodim 0818 Kabupaten Malang-Kota Batu.
Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran Bawaslu Kabupaten Malang George da Silva mengungkapkan bahwa penertiban hari pertama ini dibagi menjadi dua regu. Regu pertama dipimpin Ketua Bawaslu Kabupaten Malang Wahyudi dengan menyisir area selatan. Sedangkan regu kedua yang dipimpin George menyisir area utara.
Dari hasil penyisiran di wilayah utara, total 58 APK yang berhasil ditertibkan. "Saat ini sudah ada sekitar 58 APK yang berhasil diturunkan. Rinciannya, APK paslon nomor 1 sebanyak 21 buah, paslon nomor 2 sebanyak 7 buah, dan paslon nomor 3 sebanyak 30 buah," ungkapnya, Minggu (6/12/2020).

Dalam penertiban itu, ada beberapa APK paslon yang tidak dapat dicopot. Hal itu dikarenakan peralatan yang terbatas.
"APK yang belum ditertibkan karena tidak bisa diturunkan secara manual ada sekitar 6 buah. Paslon 1 sebanyak 5 buah, paslon 2 ada 1 buah. Sementara untuk paslon 3 tidak ada," terang George.
Penyisiran area utara itu menyasar sepanjang jalan protokol mulai dari Kepanjen sampai Kebonagung yang berbatasan langsung dengan wilayah Kota Malang.
Baca Juga : Risma Samakan Pilwali dengan Perang 10 November, Kiai NU: Warga Surabaya Bukan Kafir Harbi
Sementara, untuk beberapa APK yang sulit dicopot karena peralatan yang terbatas, Bawaslu telah mengirimkan surat ke beberapa OPD (organisasi perangkat daerah). Selain itu, George mengaku telah menghubungi Sekretaris Daerah (sekda) Kabupaten Malang Wahyu Hidayat untuk meminta bantuan pencopotan APK di tempat yang tidak dapat terjangkau dengan alat manual.
"Kami sudah bersurat kepada Bina Marga, Cipta Karya, Pengairan. Juga sudah WA (WhatsApp, red) kepada Pak Sekda. Jawabnya oke. Besok jam 9 pagi mulai operasi," katanya.