Kyai Nasron Asadi ,salah satu pengasuh pondok pesantren Al Mujaddadiyyah Kota Madiun
Kyai Nasron Asadi ,salah satu pengasuh pondok pesantren Al Mujaddadiyyah Kota Madiun

Mencegah penyebaran Covid-19 tidak cukup hanya mengandalkan apenerapan protokol kesehatan, dan penyemprotan desinfektan tapi, juga perlu ditunjang dengan amalan-amalan yang baik.  Menurut Kiai Nasron As'adi salah satu pengasuh pondok Al Mujaddadiyyah ada baiknya upaya ihtiar warga masyarakat dilengkapi dengan amalan-amalan yang baik seperti yang sudah diajarkan oleh para ulama.

Amalan yang dimaksud adalah dengan membaca selawat kepada baginda Nabi Muhammad SAW. Hal itu dikarenakan selain perintah secara langsung dari Allah SWT juga menjadi sebagai solusi di masa pandemi.

Baca Juga : Pembuangan Bayi Kembali Terjadi di Madiun, Kali ini Bayi Perempuan Ditemukan di Desa Tiron

"Keutamaan selawat Nabi itu luar biasa dan bisa jadi karena masih banyaknya warga masyarakat kita yang tetap istiqamah membaca selawat, Kota Madiun ini aman dan tentram warganya.Jika kita menyimak hadis nabi yang menyatakan keutamaan selawat, mau mengamalkan saya yaqin masyarakat akan aman ,tentram dan berkah," jelasnya kepada kru Madiun Times dalam program Madiun Mengaji saat ditemui di Pondok Pesantren Al Mujaddadiyyah di jalan setinggil No.1 Demangan Kota Madiun.

Kiai Asad menambahkan bahwa hal itu sudah dipertegas dalam Alquran surah al-Ahzab [33] ayat 56. "Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya." 

Berselawat artinya, jika datang dari Allah berarti pemberian rahmat, dari malaikat berarti memintakan ampunan, dan jika dari orang-orang mukmin berarti berdoa supaya diberi rahmat.

Kiai Asad melanjutkan bahwa selawat itu memiliki banyak keutamaan yang akan didapat oleh orang-orang yang mengamalkannya.

Pertama, dikabulkan doanya seperti sabda Rasulullah SAW. "Apabila salah seorang di antara kamu membaca shalawat, hendaklah dimulai dengan mengagungkan Allah Azza wa Jalla dan memuji-Nya. Setelah itu, bacalah shalawat kepada Nabi. Dan setelah itu, barulah berdoa dengan doa yang dikehendaki." (HR Ahmad, Abu Dawud, dan Tirmidzi).

Adapun yang kedua, dijanjikan pahala berlipat. Rasulullah SAW bersabda: "Barang siapa yang bershalawat kepadaku sekali, maka Allah akan bershalawat untuknya sepuluh kali." (HR Muslim, Abu Dawud, Tirmidzi, dan Nasa’i).

 

Baca Juga : Laka Tunggal Tabrak Pohon, Nyawa Wanita Pengendara Jupiter Terenggut

Yang Ketiga, diangkat derajatnya.  Hal itu seperti sabda Nabi bahwa “Barang siapa di antara umatmu yang bershalawat kepadamu sekali, maka Allah menuliskan baginya sepuluh kebaikan, menghapuskan dari dirinya sepuluh keburukan, meninggikannya sebanyak sepuluh derajat, dan mengembalikan kepadanya sepuluh derajat pula”.

Selanjutnya yang keempat adalah dikumpulkan di surga bersama Nabi. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW, "Manusia yang paling berhak bersamaku pada hari kiamat ialah yang paling banyak membaca shalawat kepadaku." (HR Tirmidzi).

Dan yang kelima, manusia itu akan mendapatkan syafaat dari baginda Nabi. Seperti hadis yang diriwayatkan Abdullah bin Umar, dia mendengar Rasulllah SAW bersabda: "Jika kalian mendengar azan, maka ucapkanlah seperti yang diucapkan muazin, kemudian bershalawatlah kepadaku. Sesungguhnya orang yang bershalawat kepadaku sekali, maka Allah akan bershalawat untuknya sepuluh kali. Lalu, mintalah kepada Allah wasilah untukku karena wasilah adalah sebuat tempat di surga yang tidak akan dikaruniakan, melainkan kepada salah satu hamba Allah. Dan, aku berharap bahwa akulah hamba tersebut. Barang siapa memohon untukku wasilah, maka ia akan meraih syafaat.Jadi saya berharap warga masyarakat untuk tidak lelahnya memperbanyak solawat, Insya Allah kita semua akan selamat dari semua bala"  pungkasnya.