Penjual daging ayam potong saat melayani pembeli di Pasar Besar Kota Malang. (Ahmad Amin/MalangTIMES).
Penjual daging ayam potong saat melayani pembeli di Pasar Besar Kota Malang. (Ahmad Amin/MalangTIMES).

Meski tak signifikan, harga daging Ayam di Kota Malang mengalami kenaikan. Hal itu terjadi selama satu pekan terakhir secara bertahap. Di Pasar Besar Kota Malang misalnya, untuk daging ayam potong rata-rata mengalami kenaikan hingga Rp 7 ribu. Yang semula Rp 28 ribu saat ini harganya menjadi Rp 35 ribu per kilogram.

Salah satu penyebabnya karena minimnya stok, sedangkan permintaan dari pembeli cukup tinggi. Tingginya minat ini disinyalir pula karena mulai banyaknya masyarakat yang mulai menggelar hajatan.

Baca Juga : Modal Awal 100 Ribu, Tyas Rajut Kini Beromset 10 Juta Sebulan

"Selama 20 hari belakangan, harga ayam terus naik, dari Rp 28 ribu menjadi Rp 32 ribu hingga saat ini Rp 35 ribu sampai Rp 36 ribu per kilogram. Kalau jenis fillet, lain lagi, Rp 46 ribu per kilogram," terang seorang pedagang Ayam Potong di Pasar Besar Kota Malang, Hamidah.

Harga kenaikan juga terjadi untuk pembelian ayam by request. Seperti, bagian ayam khusus ceker, sayap dan kepala. Yang mana rata-rata mengalami kenaikan sekitar Rp 3 ribu. "Ketiganya ikut mengalami kenaikan harga, dari yang semula Rp 8 ribu, saat ini menjadi Rp 12 ribu per kilogram itu jenis sayap dan kepala. Sementara, kalau ceker ayam itu dari Rp 12 ribu menjadi Rp 24 ribu kilogram," paparnya.

Lebih jauh, Hamidah menjelaskan berkaitan dengan stok menurun sebanyak 20 kilogram per harinya. Jika sebelumnya ia menerima satu kuintal per hari, kali ini ia hanya menerima 80 kilogram saja per hari. "Stoknya agak berkurang. Sebab, rekan-rekan dari luar kota ambil barangnya (daging ayam) ke Malang. Jadi, harganya mahal," jelasnya.

Baca Juga : Aspigrata Tentukan Harga Ikan di Kolam, Bakul Gurami Tulungagung Buka Harga Riil

Meski begitu, situasi kenaikan harga tersebut menurut Hamidah tidak mempengaruhi jumlah pembeli. Ia menilai, banyak masyarakat yang justru memburu untuk keperluan hajatan ataupun yang lainnya. "Kalau dulu, harga ayam mahal tidak ada yang beli. Kalau sekarang, beda, karena hajatan sudah boleh ya, mulai banyak yang beli. Pembeli naik sekitar 50 persenlah," kata dia.