Melalui tulisan, para penulis ini berkontribusi pada dunia kesusastraan Indonesia. Nama mereka tercatat dalam bangsa, dengan mengusung kearifan lokal khas budaya Indonesia, para penulis legendaris ini mampu menyuguhkan mahakarya terbaik. Berikut beberapa penulis terbaik dan legendaris Tanah Air, apabila ingin mengetahui lebih banyak bisa merapat ke situs pastiguna.
Buya Hamka
Prof. DR. H. Abdul Malik Karim Amrullah memang kurang terdengar familiar, tapi ketika menyebut Buya Hamka, maka akan teringat dengan beragam karya emas dan popularitas yang terdengar hingga sekarang.
Baca Juga : Wali Kota Kediri Serahkan Penghargaan Kepada 3 Penerima STBM Award dari Kemenkes RI
Buya Hamka dikenal sebagai seorang ulama dan sastrawan Indonesia. Dirinya berkiprah sebagai wartawan, penulis, dan pengajar yang giat membahas bidang filsafat, sastra, sejarah, sosiologi, hingga politik Barat dan Timur.
Lahir di Bukitinggi, Sumatera Barat, 17 Februari 1908, Buya Hamka kerap menyampaikan gugatannya terhadap adat Minangkabau. Terutama, perihal kawin paksa.Buku-buku mahakarya Buya Hamka masih bisa ditemukan di perpustakaan sekolah maupun umum yang terus cetak ulang
Dua novel terlaris dan legendaris Buya Hamka yakni Di Bawah Lindungan Ka'bah dan Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck yang juga telah difilmkan.
Mochtar Lubis
Berikutnya ada Mochtar Lubis, seorang jurnalis dan pengarang yang lengket di pikiran para pecinta sastra. Dia merupakan lulusan HIS dan Sekolah Ekonomi Kayu Tanam yang banyak mengupas tentang jurnalisme dan beberapa bahasa asing secara otodidak.
Dirinya memiliki kontribusi besar dalam sejarah sastra Indonesia. Karya-karyanya ada Harimau-Harimau, Maut dan Cinta, hingga Musim Gugur.
Prestasi Mochtar Lubis di bidang sastra diganjar dengan penghargaan yang diraihnya, yakni Ramon Magsaysay Award (1950), dan Golden Pen of Freedom (1967).
Baca Juga : Pelatihan PKA Kota Kediri Usai, Wali Kota Minta Percepatan dalam Pelayanan Masyarakat
Sama seperti Buya Hamka, Mochtar Lubis juga Lahir di Padang, pada tanggal 7 Maret 1922 dan wafat di usia 82 tahun pada 2 Juli 2004.
Suwarsih Djojopuspito
Suwarsih Djojopuspito banyak menulis novel dalam 3 bahasa yaitu Sunda, Belanda, dan Indonesia.
Dirinya telah melahirkan 9 buku yang telah mendunia dan yang paling masyhur berjudul Manusia Bebas atau Buitenj het Gareel (bahasa Belanda).
Suwarsih Djojopuspito lahir pada 21 April 1912, dan tutup usia pada 24 Agustus 1977.