Zamroni, ketua  MPC PP Banyuwangi (lima dari kiri) dalam sebuah acara sebelum pandemi covid-19. (Nurhadi Banyuwangi Jatim Timesi)
Zamroni, ketua MPC PP Banyuwangi (lima dari kiri) dalam sebuah acara sebelum pandemi covid-19. (Nurhadi Banyuwangi Jatim Timesi)

Jajaran pengurus Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila (PP) Kabupaten Banyuwangi mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menolak, melawan, dan mengatakan tidak terhadap  praktik kampanye hitam di Pilkada Banyuwangi 2020.

”Say no black campaign Pilkada Banyuwangi. Mari  bersama menolak melawan dan membentengi diri dari praktik politik kotor kampanye hitam,” tandas Zamroni, ketua MPC Pemuda Pancasila Banyuwangi, di Markas Komando (Mako) Pemuda Pancasila di Kelurahan Bakungan, Kecamatan Glagah, Banyuwangi, Jumat (20/11).

Baca Juga : Bakal Ciptakan SDM Santri yang Mumpuni, Gusdurian Dikabarkan Merapat ke SanDi

Pernyataan penolakan tersebut dilontarkan Pemuda Pancasila menyusul ditemukan beberapa spanduk dan banner provokatif yang berpotensi memicu terjadinya gesekan dan konflik dengan semakin menghangatnya situasi politik dalam tahapan kampanye pilkada.

Menurut Zamroni, momentum pemilihan kepala daerah Banyuwangi seharusnya menjadi ajang adu gagasan, visi misi dan program kerja serta kualitas figur dari para pasangan calon (paslon) cabup-cawabup . 

Dan bagi warga masyarakat,  pilkada merupakan pesta demokrasi yang disambut penuh kegembiraan, keceriaan, dan waktu yang tepat untuk bersatu padu memilih putra terbaik guna menjadi pemimpin Banyuwangi di masa mendatang.

Sehingga, apabila banyak beredar informasi maupun isu miring yang masuk kampanye hitam, masyarakat diharapkan tetap berpikir positif (postive thinking), berpikir jernih, dan bersikap bijaksana dalam menyikapi dinamika politik. “Jangan terjebak dan langsung larut dalam pertikaian yang tidak bagus bagi pendidikan politik masyarakat,” ucap Zamroni.

“Karena jika ikut arus kampanye hitam, bisa jadi masyarakat yang akan dirugikan. Bisa memicu konflik sosial sehingga mengganggu keamanan ketertiban dan stabilitas keamanan serta kondisivitas Banyuwangi yang selama ini terpelihara dan terjaga dengan baik,” sambung mantan aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) ini.

Baca Juga : Masyarakat Gombengsari Paham Sosok Bu Ipuk, Sepakat Mendukung dan Memenangkan

Tokoh asli Banyuwangi tersebut juga berharap Badan Pengawasa Pemilu (Bawaslu) Banyuwangi dan lembaga terkait yang lain untuk berani melakukan tindakan tegas jika mendapati adanya perilaku kampanye hitam. Selain itu, Zamroni meminta pihak penyelenggara Pilbup Banyuwangi 2020 bisa bersikap netral dan profesional dalam menjalankan tugas dan kewajiban mewujudkan Pilkada Banyuwangi yang aman bermartabat dan sehat.

“Mari dukung kelancaran dan kesuksesan pemilihan bupati-wakil bupati Banyuwangi 2020,. Gunakan hak pilih sesuai dengan hati nurani dan jangan golput serta  abaikan jika mendapati perilaku kampanye hitam,” ujar Zamroni.