Sidang putusan kasus pembunuhan terhadap Mudassir, warga Desa Lantek Timur, Kecamatan Galis, Bangkalan, di PN Bangkalan, berujung kekecewaan dari keluarga korban. (Foto: Redaksi BangkalanTIMES)
Sidang putusan kasus pembunuhan terhadap Mudassir, warga Desa Lantek Timur, Kecamatan Galis, Bangkalan, di PN Bangkalan, berujung kekecewaan dari keluarga korban. (Foto: Redaksi BangkalanTIMES)

BANGKALANTIMES - Kasus pembunuhan terhadap Mudasir (18), warga Desa Lantek Timur, Kecamatan Galis, Kabupaten Bangkalan, yang dilakukan  Moh. Jefri dan Abd. Aziz akhirnya divonis.

Dalam putusan itu, majelis hakim Pengadilan Negeri Bangkalan menjatuhkan vonis hukuman kepada Moh. Jefri selama 15 tahun penjara dan Abd. Aziz divonis 12 tahun penjara.

Baca Juga : Pemilik Servis HP Ini Nombok Rp 25 juta, Gara-Gara 16 HP Diembat Pegawai Baru

Vonis ini lebih ringan daripada tuntutan jaksa. Saat sidang pembacaan tuntutan, jaksa penuntut umum (JPU) Kejaksaan Negeri Bangkalan pada Selasa (27/10/2020) lalu menuntut Jefri dengan  20 tahun penjara dan Aziz  17 tahun penjara.

Menanggapi putusan itu, Farid Faisal -ayah korban- mengaku kecewa. Dia mengatakan itu pembunuhan berencana sehingga mestinya hukumannya lebih berat.

"Saya sangat kecewa. Bukan hanya kecewa ya, sangaat kecewa terhadap putusan hakim," ungkap Farid dengan nada emosional usai mengikuti sidang di PN Bangkalan, Selasa (17/11/2020).

Menurut dia, pembunuhan ini masuk dalam pasal 340 KUHP. Namun keputusannya tidak sesuai dengan pasal yang dibacakan dan malah mencederai pasal tersebut.

"Kenapa jatuhnya segitu. Itu pembunuhan berencana dan sudah dari jauh-jauh hari. Makanya saya sangat tidak terima dengan kuputusan ini," imbuh Farid.

Seharusnya, kalau memang kasus ini masuk dalam pasal 340, seharusnya dihukum dengan ketentuan yang berlaku. Yakni dijatuhkan maksimal hukuman 20 tahun, hukuman seumur hidup, bahkan hukuman mati. "Kan itu masuk unsur dalam pasal 340, kenapa diberikan pasal itu kalau tidak digunakan," ujar Farid.

Baca Juga : Warga Arjowinangun Dua Kali Nyaris Jadi Korban Begal di Comboran

Adapun langkah-langkahnya ke depan, Farid akan melakukan kasasi terhadap putusan yang telah dibacakan majelis hakim.

Selain itu, Farid menegaskan, jika putusannya tidak sesuai dengan pasal 340, lebih baik dua terdakwa dikeluarkan saja alias tidak usah dihukum.  "Sekarang pasal jangan dijual Rp 100 juta per berkas. Tidak usah. Pasal itu jangan dijual-jual. Kalau tidak nyampek ke pasal 340, kenapa dijatuhkan pasal itu," tandasnya.

Sekadar informasi, kasus pembunuhan yang dialami  Mudasir yang dilakukan  Jefri dan  Aziz  pada Minggu 26 April 2020 lalu.

Adapun latar penyebab dan motif di balik perilaku sadis tersangka Jefri, dia mengaku kesal dan dendam terhadap korban Mudassir. Sebab, korban yang masih bertetangga tega-teganya selingkuh dengan ibu kandung Jefri.