Pandemi Covid-19 tidak hanya memukul pertumbuhan ekonomi saja, namun juga berdampak di seluruh sektor. Salah satunya adalah para pekerja seni di Kabupaten Sumenep.
Terhitung sejak 9 bulan terkahir ini, mereka nyaris tidak berpenghasilan karena kebijakan pemerintah yang melarang adanya pagelaran seni dan hiburan lainnya selama pandemi.
Baca Juga : 5 Rekomendasi Film yang Wajib Ditonton Versi Tissa Biani
Salah seorang biduan dangdut bernama Mega Citra asal kota Gresik menceritakan nasibnya selama 9 bulan mencari nafkah ke Kabupaten Sumenep tanpa ada pendapatan.
"Selama 9 bulan kita tidak bekerja," kata Mega, kepada sejumlah media saat ditemui usai mengikuti aksi demo di depan Kantor Bupati Sumenep, Rabu (11/11/2020)
Pertunjukkan seni yang menjadi sumber perekonomian berhenti total selama pandemi. Untuk menyambung hidup, ia harus memenuhinya dengan cara berhutang.
"Buat makan saja sulit sampai banyak hutang, karena juga untuk memenuhi kebutuhan keluarga," tuturnya dengan nada lirih.
Ia bahkan bercerita dengan nada penuh kesedihan atas kebijakan pemerintah yang melarang pegiat pelaku seni untuk manggung.
Baca Juga : Sinetron Era 80-an "Losmen" Bakal Diangkat ke Layar Lebar
"Saya pengen cepat dibuka. Kenapa hiburan tidak diizinkan sedangkan cafe-cafe tetap dibiarkan," sesalnya.
Bahkan, biduan lainnya mengaku rela jualan online (marketplace) untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya. Meski hasilnya tak sebanding dengan upah yang diterima ketika menyanyi di manggung. Namun itu dilakoni supaya bertahan hidup.
"Intinya, kami meminta pemerintah untuk segera membuka kembali pagelaran seni dan hiburan lainnya, supaya kita bisa mencari rezeki kembali," pinta Iis Sagita, penyanyi asal Sumenep.