Manajemen Persik Berkomitmen Tetap Penuhi Gaji meski Kondisi Tim Diliburkan | Jatim TIMES

Manajemen Persik Berkomitmen Tetap Penuhi Gaji meski Kondisi Tim Diliburkan

Nov 04, 2020 18:25
Para pemain Persik Kediri saat akan berlatih di Stadion Brawijaya. (Eko arif s/Jatimtimes)
Para pemain Persik Kediri saat akan berlatih di Stadion Brawijaya. (Eko arif s/Jatimtimes)

Manajemen Persik Kediri  berkomitmen untuk tetap memenuhi gaji pemain maupun pelatih meski kondisi tim saat ini diliburkan akibat kompetisi kembali mengalami penundaan.

Libur tim berjuluk Macan Putih tersebut telah dimulai pada Oktober 2020 kemarin setelah mengetahui kompetisi kembali mengalami penundaan.

Baca Juga : Kapten Arema FC Tanggapi Adanya Kabar Turnamen Pengganti Kompetisi

Anwar Bahar Basalamah selaku media officer Persik mengaku, gaji pemain hingga pelatih tetap akan dipenuhi yakni sebesar 50 persen dari total nilai kontrak. Pemotongan gaji ini telah sesuai dengan Surat Keputusan (SK) PSSI Nomor SKEP/53/VI/2020 tentang kelanjutan kompetisi dalam keadaan luar biasa.

"Gaji tetap kami penuhi. Ini bentuk kepedulian manajemen terhadap pemain dan pelatih. Karena kami tahu, hampir sebagian besar pendapatan mereka dari hasil olahraga ini," ungkapnya.

Masih kata Basalamah, manajemen sejauh ini telah memenuhi gaji hingga bulan September 2020 kemarin. "Sedangkan untuk Oktober masih dalam proses," jelasnya.

Diketahui, kompetisi sepak bola tanah air kembali mengalami penundaan untuk kali kesekian akibat belum mendapatkan izin keramaian dari Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri). Polri masih belum berani mengambil resiko lantaran kondisi tanah air masih diterpa pandemi covid-19.

Penundaan kompetisi tanah air pertama  terjadi pada 14 Maret 2020 setelah pemerintah mengumumkan bahwa  kondisi tanah air tengah dalam keadaan darurat, yakni pandemi virus covid-19.

Akibat wabah tersebut, PSSI selaku induk sepak bola tanah air memutuskan untuk menunda Liga 1 dan Liga 2 untuk sementara selama dua pekan.

Dua pekan berselang, tepatnya pada 27 Maret 2020, PSSI memperpanjang masa penangguhan Liga 1 dan Liga 2 dengan pertimbangan status darurat bencana virus covid-19 di Indonesia.

Liga 1 dan Liga 2 yang awalnya akan dimulai lagi pada awal April 2020 diputuskan ditunda sampai Mei dengan masa pertimbangan hingga Juni.

Menurut Mochamad Iriawan selaku ketua umum PSSI, masa penangguhan kompetisi harus diperpanjang karena situasi sudah termasuk kategori kahar atau force majeur. Keputusan itu tertuang dalam Surat Keputusan SKEP/48/III/2020 tertanggal 27 Maret 2020. Dalam surat tersebut, Liga 1 dan Liga 2 direncanakan untuk dilanjutkan lagi pada Juli 2020.

Tidak hanya itu. PSSI juga mempersilakan tim peserta Liga 1 dan Liga 2 mengubah kontrak kerja yang sudah disepakati dengan pemain.

Baca Juga : Kompetisi Ditunda, Pemain Arema FC Curhat, Ini Isinya

Gaji pemain, pelatih, staf, dan oficsal untuk April hingga Juni saat itu bisa disesuaikan menjadi hanya 50-60 persen dari kewajiban yang tertera dalam kontrak.

Menjelang masa akhir pertimbangan penangguhan kompetisi, PSSI membuat keputusan baru pada 28 Juni 2020. PSSI mengumumkan bahwa Liga 1 dan Liga 2 akan dilanjutkan pada awal Oktober 2020.

Keputusan PSSI itu membuat PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku operator kompetisi bergerak cepat menyusun jadwal anyar, aturan baru, hingga protokol kesehatan.

Beberapa aturan baru yang rencananya diterapkan dalam kelanjutan Liga 1 adalah kompetisi terpusat di Pulau Jawa, laga tanpa penonton, pembukaan bursa transfer, dan tidak ada degradasi.

Tepat pada 19 Juli 2020, PT LIB mengumumkan bahwa Liga 1 musim ini akan dilanjutkan pada 1 Oktober 2020. Liga 1 yang masih menyisakan 31 pekan lagi akan berlangsung selama lima bulan hingga Februari 2021.

Atas pengumuman tersebut,  tim peserta Liga 1 bersiap dengan mengumpulkan pemain, melakukan renegosiasi kontrak, merombak skuad, serta menentukan stadion yang akan dijadikan kandang.

Meski sudah bersiap, PT LIB dan tim peserta Liga 1 pada akhirnya harus menerima keputusan PSSI memperpanjang penundaan lantaran Polri masih belum menurunkan izin keramaian dalam penyelenggaraan kompetisi.

 

Topik
Berita Kediri Persik Kediri POLRI surat keputusan (SK) PSSI kompetisi Liga 1 PT Liga Indonesia Baru (LIB) Protokol Kesehatan

Berita Lainnya