Pasangan calon (paslon) Wali Kota dan Wakil Wali Kota Surabaya nomor urut 2, Machfud Arifin-Mujiaman unggul 17,6 persen versi lembaga survei politik Poltracking.
Berdasarkan survei yang digelar periode 19-23 Oktober 2020 itu, pasangan Machfud Arifin-Mujiaman mendapat hasil 51,7 persen sedangkan Eri Cahyadi-Armuji 34,1 persen. Sementara ada 9,2 persen responden menyatakan belum menentukan pilihan dan yang merahasiakan pilihan ada 5 persen.
Baca Juga : Dukungan 8 Partai Solid, Elektabilitas MAJU Unggul 17,6 Persen di Pilwali Surabaya
Menanggapi hasil itu, tim paslon Machfud Arifin-Mujiaman tetap fokus pada kerja-kerja pemenangan hingga pelaksanaan Pilwali Surabaya 9 Desember 2020.
Direktur Media dan Komunikasi Tim Pemenangan Machfud-Mujiaman, Imam Syafi'i mengatakan hasil survei terbaru yang menempatkan mereka unggul 17,6 persen atas lawannya harus disyukuri tapi jangan sampai merasa cepat puas.
"Kita semua tau bahwa Poltracking adalah lembaga survei yang sangat kredibel. Karena itu kita jadikan hasil survei Poltracking tersebut sebagai pemacu bekerja lebih keras lagi untuk memenangkan Machfud Arifin-Mujiaman," kata Imam.
Sebelum Poltracking merilis resmi hasil survei terbarunya, Imam sudah membuat statement di media bahwa pasangan calon nomor 2 itu sudah unggul 20 persen.

"Saat itu wartawan minta saya menanggapi hasil survei Eri-Armuji yang menyatakan menang 6 persen atas Machfud-Mujiaman. Lantas saya jawab justru kita yang unggul sekitar 20 persen," terang anggota DPRD Surabaya dari Partai Nasdem ini.
"Dan ternyata rilis resmi Poltracking di sekitar 20 persen. Tepatnya di atas 17 persen," tambah mantan Direktur Jawa Pos Televisi (JTV) ini.
Baca Juga : Lawan Keputusan DPD, DPK Jaman Surabaya Dinonaktifkan
Sementara itu, sejak Poltracking mengumumkan hasil surveinya yang mengunggulkan Machfud-Mujiaman, semakin banyak warga Surabaya yang ingin ditemui paslon nomor 2 tersebut. Mereka berasal dari semua lapisan masyarakat. Seperti warga kampung, kalangan kampus, pengusaha, tokoh agama dan jamaah pengajian, milenial, dan lain-lain.
"Permohonan sapa warga meningkat. Padahal sebelumnya setiap hari sudah ada 19 lokasi," jelas Direktur Program Tim Pemenangan Machfud Arifin-Mujiaman Mohammad Mahmud.
Pascarilis hasil survei Poltracking juga membuat Machfud-Mujiaman makin antusias menyapa dan mendengar warga.