Plt Bupati Jember Drs. KH. A. MUqit Arief saat bertemu dengan Abdul Rofiq Badril Rizal MZ (kaos biru) ketika diundang di rumah dinas. (foto: istimewa / Jatim TIMES)
Plt Bupati Jember Drs. KH. A. MUqit Arief saat bertemu dengan Abdul Rofiq Badril Rizal MZ (kaos biru) ketika diundang di rumah dinas. (foto: istimewa / Jatim TIMES)

Saat banyak orang membuang sampah sembarangan, Abdul Rofiq Badril Rizal MZ berpikir untuk mencari solusi kebiasaan buruk itu. Pemuda asal Kecamatan Mumbulsari Jember yang juga lulusan S2 Sidney Australia ini lantas menciptakan aplikasi digital yang dikhususkan untuk pengelolaan sampah kertas.

Aplikasi bernama Kertaspedia buatan Rizal, sapaan akrabnya, kini juga bisa diunduh di play store ponsel berbasis android dan iOS. Bahkan, dia belum lama ini mendapat juara 1 tingkat nasional sebagai pemuda pelopor di bidang inovasi teknologi. 

Baca Juga : Perpustakaan di Tulungagung Sepi Peminat, Kadin: Suatu Saat Buku Jadul Akan Dicari Lagi

Plt. Bupati Jember KH. A. Muqit Arief pun menyampaikan apresiasinya pada Abdul Rofiq Badril Rizal MZ. Menurutnya, semangat tersebut bisa menjadi contoh bagi pemuda-pemudi Jember yang lain.

“Saya merasa bangga dan senang sekali ada putra asli Jember yang berkiprah di tingkat nasional. Di tangannya, masalah sampah saja bisa menjadi juara nasional, apalagi potensi lainnya. Tentu ini bisa menjadi contoh bagi pemuda lainnya,” ujar Muqit Arief. 

Dia berharap, Rizal bisa terus produktif berkarya. Pasalnya, karya-karya tersebut merupakan pintu masuk menuju prestasi lainnya. 

"Pemkab Jember sangat mengapresiasi dan memberikan penghargaan atas prestasi yang berhasil diraihnya,” ujar tambahnya.

Sementara itu, Rizal dalam kesempatan tersebut menjelaskan, bahwa dirinya menciptakan aplikasi dengan nama Kertaspedia. Aplikasi digital tersebut adalah platform manajemen sampah berbasis digital. 

“Bisa di-download di play store,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan, Kertaspedia dapat bersinergi dengan pemerintah untuk pengelolaan sampah dengan mekanisme manajemen sampah berbasis digital. Bahkan, saat ini aplikasi ciptaannya ini sudah berjalan di 13 kabupaten/kota di Jawa Timur dan bekerja sama dengan salah satu BUMD Pemprov Jatim.

“Alhamdulillah sudah ada 13 kabupaten yang sudah berjalan dengan menggunakan aplikasi ini, apalagi dalam prosesnya sangat mudah. Aplikasi kami fokus mengumpulkan sampah anorganik (kertas dan plastik) di masyarakat Jawa Timur, untuk kemudian didaur ulang menjadi kertas dan plastik baru," urainya. 

Baca Juga : Berkapasitas 6 Ribu, GOR Kabupaten Kediri Masuki Tahap Pembangunan Pertama

"Tak perlu susah payah, cukup order layanan jual sampah di mobile apps Kertaspedia (Android & iOS) dan tunggu agent kami datang menjemput sampahmu kapanpun dan di manapun,” jelasnya,

Dengan aplikasi ini, Rizal menambahkan, bahwa masyarakat akan mendapat banyak manfaat. Di antaranya, kemudahan akses melalui agent yang siap menjemput sampah tepat waktu sesuai alamat dan tanpa biaya tambahan. 

Selain itu, dengan menggunakan aplikasi ini, sudah ikut berbagai kebaikan karena ikut membantu mendanai berbagai proyek sosial dari donasi sampahnya, serta bisa menjadikan lingkungan yang lebih bersih karena sampahnya diatasi dengan cara modern. (*)