Inilah jalan menuju Kampung Arab Lumajang (Foto : Moch. R. Abdul Fatah / Jatim TIMES)
Inilah jalan menuju Kampung Arab Lumajang (Foto : Moch. R. Abdul Fatah / Jatim TIMES)

Jika disebut Kampung Arab, sebagian warga Lumajang kota pasti dengan mudah mengenal kampung ini. Nama tempat ini merujuk ke pertigaan ke utara pada ruas jalan Kyai Ghozali Lumajang, yang selama ini memang dikenal sebagai Kampung Arab.

Ternyata seiring dengan perkembangan zaman, jumlah keteturunan Arab yang di Kampung Arab terus berkurang. Berbeda dengan puluhan tahun silam, dimana warga keturunan Arab Yaman mendominasi perkampungan ini.

Baca Juga : Sak Celupan Yudi Prata, Bangkitkan Seni Budaya Warga Kampung Celaket di Jenggirat Fest 

 

"Kampung ini disebut sebagai Kampung Arab karena dimasa lalu memang cukup banyak warga keturunan Arab di kampung ini. Sekarang tinggal 9 rumah saja yang masih dihuni oleh keturunan Arab," kata Jamal Abdullah Alkatiri, salah seorang tokoh keturunan Arab, yang rumahnya di seberang Kampung Arab.

Jamal kemudian menyebut, hampir seluruhnya warga keturunan Arab di Lumajang berasal dari Yaman. Datang ke Lumajang pada tahun 1930-an dengan tujuan berdagang, disamping menetap di Lumajang.

"Kalau yang saya dengar dari orang tua saya, orang Arab disini sebagian besar berdagang. Mulai dari rempah-rempah, membuka toko kitab dan buku-buku Islam, usaha mebel dan kulit. Sampai sekarang masih ada yang anak-anaknya yang tetap berjualan kitab dan usah kulit," kata Jamal Abdullah kemudian.

Saat ini, menurut Jamal Abdullah jumlah warga keturunan Arab di Lumajang terus berkurang, karena sebagian bekerja dan menetap diluar Lumajang.

Baca Juga : Situs Bioskop Online Kini Jadi Pilihan Nonton di Masa Pandemi, Cukup Bayar Mulai Rp 5 Ribu 

"Mungkin kalau seluruh Kabupaten Lumajang ada 500-an orang. Sedangkan kampung Arab sendiri, kini sudah lebih banyak dihuni oleh penduduk asli, yang sebagian besar dari etnis Madura," kata Jamal Abdullah.

Karena jumlah keturunan Arab tinggal sedikit di Lumajang, maka kuliner Arab-pun sulit ditemukan di Lumajang.

"Saya kalau ingin menikmati kuliner Arab yang lengkap, ya harus ke Surabaya atau Jember. Kadang istri saya bikin sendiri kuliner Arab," ujar Jamal Abdullah, yang pernah duduk sebagai anggota DPRD Jatim dari PPP.