Bupati Tulungagung, Maryoto Birowo saat melihat perlengkapan motor tracing covid-19 (Joko Pramono/ JatimTIMES)
Bupati Tulungagung, Maryoto Birowo saat melihat perlengkapan motor tracing covid-19 (Joko Pramono/ JatimTIMES)

Untuk mempermudah penanganan dan pengendalian covid-19, Pemkab Tulungagung meluncurkan motor tracing dan mobil sosialisasi covid-19.

Peluncuran ini dilakukan di halaman Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso, Tulungagung, Jum’at (23/10/20).

Baca Juga : Temui Aksi Masa, Ketua DPRD Trenggalek Minta Mahasiswa Percaya Wakil Rakyat

Peluncuran ini dilakukan langsung oleh Bupati Tulungagung, Maryoto Birowo. Peluncuran 3 mobil dan 8 motor ini diharapkan bisa melayani masyarakat

“Untuk peningkatan pelayanan kesehatan, di mana dalam pandemic covid-19 ini difokuskan ke sana (covid-19),” ujar Maryoto.

8 motor tracing terdiri dari 5 motor trail untuk wilayah pedesaan dan pegunungan dan 3 motor matik untuk wilayah perkotaan.

Untuk mobil, 2 diperuntukkan untuk wilayah pegunungan dan 1 khusus untuk menyosialisasikan protokol kesehatan pada masyarakat.

Untuk mobil sosialisasi, sudah dilengkapi dengan layar yang akan menampilkan visual dari protokol kesehatan. Sedang untuk motor tracing sudah dilengkapi peralatan tracing berupa rapid test dan swab pada masyarakat.

“Kendaraan ini untuk jemput bola, memberikan pelayanan yang lebih efektif dan cepat,” terangnya.

Anggaran untuk pengadaan kendaraan ini bersumber dari DAK (dana alokasi khusus) dan DID (dana insentif daerah).

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung, Kasil Rokhmat menuturkan kendaraan roda dua ini diperuntukkan untuk wilayah yang tak bisa dilalui mobil. 

Baca Juga : Ratusan Pengusaha UMKM di Sumenep Antre Ajukan BLT, Mayoritas Tak Patuhi Prokes Covid-19

Dirinya menceritakan petugas yang harus terpaksa jalan berkilo-kilo lantaran rumah warga yang terpencil dan tidak bisa dilalui mobil.

“Gang-gang yang sempit yang kita tidak bisa masuk, maka diperlukan sepeda motor khusus,” katanya.

Motor khusus ini mempunyai 2 bok di bagian belakang yang membawa peralatan dan wadah untuk sampah medis, sehingga setelah digunakan tidak mengkontaminasi lainnya.

“Motor ini bisa mengambil sampel rapid dan swab, nanti sampelnya dikirim ke RSUD dr. Iskak,” tukasnya.

Untuk satu mobil, anggaran yang diperlukan sekitar Rp 600 juta, lengkap dengan peralatan. Sedang untuk motor sekitar Rp 306 juta dengan peralatan, tas dan alat komunikasi.

Terakhir, Kasil berpesan agar masyarakat tetap mematuhi protokol kesehatan, lantaran disiplin protokol kesehatan adalah obat terbaik dalam memerangi covid-19.