Perkebunan teh Sirah Kencong.(Foto : Malik Naharul/BlitarTIMES)
Perkebunan teh Sirah Kencong.(Foto : Malik Naharul/BlitarTIMES)

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blitar  berupaya mendorong pemulihan sektor pariwisata yang sempat terpuruk akibat pandemi Covid-19. Diantaranya Pemkab mengalokasikan anggaran sebesar Rp 800 juta di Perubahan APBD 2020 (P-APBD) untuk melanjutkan proses pembangunan resr area di kawasan wisata Sirah Kencong. 

“Proses pembangunan rest area wisata Sirah Kencong di Kecamatan Wlingi Kabupaten Blitar mencapai 70 persen. Pada Perubahan APBD 2020, Pemkab Blitar telah mengalokasikan anggaran ratusan juta untuk pembangunan  sarana dan prasarana pendukungnya,” ungkap Kabid Pengembangan Destinasi dan Usaha Pariwisata Dinas Parbudpora Kabupaten Blitar, Arinal Huda.

Baca Juga : Terminal Madyopuro Masuk Nominasi Terminal Sehat, Ini Target Peringkat Pemkot Malang

Dikatakanya, dana yang disiapkan dari Perubahan APBD 2020 sekitar Rp 800 juta. Anggaran tersebut akan dipergunakan utnuk membangun pagar pembatas keliling, lampu penerangannya dan toilet yang berada di kawaan rest area.

 “Sarana pendukung itu penting, Mengingat keberadaan rest area itu diharapkan membuat nyaman wisatawan. Keberadaan rest area ini diyakini akan membuat wisatawan semakin tertarik berkunjung ke Sirah Kencong,” tukasnya. 

Diberitakan sebelumnya,  progres pembangunan rest area di kawasan wisata Sirah Kencong sejauh ini sudah mencapai 70 persen. Rest area tersebut berada di daerah perkebunan Pijiombo Wlingi atau tepatnya berdampingan dengan SDN 3 Ngadirenggo. 

Sebelumnya, pembangunan rest area ini hampir tertunda disebabkan anggaran pembangunan yang mencapai Rp 1 miliar dari Dana Alokasi Khusus (DAK) APBN direfocusing untuk penanganan Covid-19. 

Baca Juga : Jumat Berkah, Pjs Ketua PKK Kabupaten Blitar Berbagi Bersama KTW Desa Rejowinangun

Dipastikan rampung akhir tahun ini, rest area ini bakal memiliki enam lapak yang dibangun, terdiri dari empat lapak untuk pujasera, satu lapak pusat informasi, dan 1 lapak untuk kios cinderamata.