Para pelajar SMKN 1 Kota Batu saat mengikuti ujian nasional sebelul pandemi di sekolahnya. (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)
Para pelajar SMKN 1 Kota Batu saat mengikuti ujian nasional sebelul pandemi di sekolahnya. (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)

Pemkot Batu sangat mewanti-wanti kepada wali murid supaya pelajar, khususnya di tingkat SMA/SMK, tidak ikut dalam demo yang sering terjadi belakangan ini lantaran diundangkannya Undang-Undang Cipta Kerja. Karena itu, Pemkot Batu telah menyosialisasikan kepada wali murid dan pelajar di Kota Batu supaya tidak terpengaruh ajakan demo.

“Melalui Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), kami telah menyosialisasikan ke siswa-siswa. Di tengah pandemi ini, anak-anak berlajar di rumah saja. Supaya tidak terpengaruh,” kata Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kota Batu Suliyanah.

Baca Juga : Mendikbud Nadiem Gembleng Ribuan Calon Guru Penggerak selama 9 Bulan sebelum Ditugaskan

Ia menambahkan, orang tua yang punya anak sekolah SMA/SMK diharapkan memantau anaknya agar tidak ikut demo.  "Tolong jangan ikut demo,” imbaunya.

Terpisah, Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMK Kota Batu Joko Santoso menambahkan, supaya pelajar tidak terpengaruh ajakan demo, pola pembelajaran daring sedikit diubah. Caranya dengan memundurkan jam daring.

Jika biasanya daring dilakukan pagi pukul 08.00, namun kini dimulai pada pukul 09.00. “Mengantisipasi pembelajaran yang biasanya dari pagi, kini agak siang. Menghindari hal ini (ikut demo),” ucapnya.

Selain mengubah jam daring, para pelajar juga diberi tugas yang agak mengikat. “Setelah daring selesai, kami juga memberikan tugas tambahan,” ucap Joko, Jumat (16/10/2020).

Baca Juga : Capaian Kuliah Tatap Muka Lebih Optimal dibanding Daring, Ini Kata Dosen UNIM Mojokerto

Beberapa cara untuk mengantisipasi para pelajar terpengaruh  mengikuti demo itu dirasa sudah efektif. Apalagi. sejauh ini tidak ada pelajar Kota Batu yang mengikuti demo terkait ditolaknya Undang-Undang Cipta Kerja.