Mahasiswa menempelkan pesan di pintu kantor Marsono agar segera menemui mahasiswa. (Joko Pramono for jatim Times)
Mahasiswa menempelkan pesan di pintu kantor Marsono agar segera menemui mahasiswa. (Joko Pramono for jatim Times)

Mahasiswa Tulungagung merasa dibohongi oleh Ketua DPRD Tulungagung Marsono.  Pasalnya, Marsono tidak menemui mahasiswa setelah berjanji untuk bertemu di Pendopo Tulungagung pada Kamis (15/10/20).

Hal itu diungkapkan oleh Koordinator Aliansi Mahasiswa Tulungagung Bagus Prasetiawan yang menyayangkan sikap Marsono. Bagus menganggap apa yang dilakukan Marsono merupakan penantangan untuk kembali turun ke jalan.

Baca Juga : Sosok Jumadi Security BPJS Kesehatan Madiun: Piawai Sosialisasi

“Kami aliansi mahasiswa siap untuk turun lagi ke jalan dengan massa yang lebih besar. Kami merasa dibohongi,” ujarnya.

Sebelumnya Marsono pada Rabu (14/10/20), saat audiensi dengan mahasiswa, menolak menandatangani penolakan Omnibus Law UU Cipta Kerja. Marsono berjanji akan menemui mahasiswa setelah bertemu dengan Bupati Tulungagung Maryoto Birowo. Namun pada waktu yang ditentukan, Marsono tak tampak batang hidungnya.

Bagus sendiri sempat menghubungi Marsono sebelum melakukan audiensi dengan bupati Tulungagung. Namun nomornya tidak aktif. “Yang ada tanggapan justru dari Pak Adib (wakil ketua DPRD),” ucap Bagus.

Mahasiswa memberi tenggat kepada Marsono untuk menemui mahasiswa hingga Kamis (15/10) malam. Jika tidak, maka pihaknya akan melakukan aksi yang lebih besar. “Berarti kami harus turun aksi seperti yang kami jelaskan kemarin,” tandasnya.

Sementara itu, Bupati Tulungagung Maryoto Birowo mengatakan jika pagi sebelum bertemu mahasiswa, dirinya sempat bertemu dengan Marsono. Pertemuan itu  mebahas rencana pertemuan dengan mahasiswa. 

Dalam peretemuan dengan Maryoto, Marsono berjanji untuk datang. Namun ditunggu hingga acara usai, Marsono tak kunjung datang. “Katanya juga mau datang. Tapi tidak tahu (Marsono) ada acara apa?” kata bupati.

Baca Juga : Kopri PMII Sumenep Kecam Pelaku Tindakan Persekusi pada Kadernya

Lantaran merasa dibohongi, mahasaiswa akhirnya mencari Marsono ke kantornya. Di depan ruangannya, mahasiswa menempelkan pesan agar Marsono segera menemui mahasiswa.

Keberadaan Marsono sendiri hingga berita ini ditulis belum jelas. Awak media mencoba mengklarifikasi Marsono dengan meneleponnya, namun tidak diangkat oleh Marsono.