free web hit counter
Jatim Times Network
Beranda
Pemerintahan

Dok! KUA-PPAS APBD 2021 Disahkan DPRD Kota Malang

Penulis : Arifina Cahyati Firdausi - Editor : Yunan Helmy

12 - Oct - 2020, 20:38

Loading Placeholder
Pengesahan KUA-PPAS APBD Tahun Anggaran 2021 di gedung DPRD Kota Malang, Senin (12/10). (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES).

KUA-PPAS (Kebijakan Umum Anggaran, Prioritas Dan Plafon Anggaran Sementara) APBD Kota Malang tahun anggaran 2021 resmi disahkan siang tadi, di ruang rapat paripuran DPRD Kota Malang (Senin, 12/10/2020).

Meski begitu, DPRD Kota Malang menilai pembahasan yang masuk dalam KUA-PPAS APBD 20201 ini masih dinamis. Karenanya masih perlu dibahas lebih lanjut.

"Catatan-catatan KUA-PPAS tadi banyak sudah disampaikan di mana kita kunci pada pembahasannya masih sangat dinamis. Kita lanjutkan nanti di pembahasan RAPBD-nya, jadi sepanjang tidak merubah Pagu indikatif tentang penambahan dan pengurangan anggaran masih dimungkinkan," jelas Ketua DPRD Kota Malang, I Made Riandiana Kartika.

Made menyatakan, dari beberapa catatan yang disampaikan setiap fraksi, nilai besaran Pendapatan Asli Daerah (PAD) Rp 511 Miliar kiranya bisa dinaikkan menjadi Rp 650 Miliar. Namun, hal itu masih belum ada kesepakatan yang pasti dari masing-masing Perangkat Daerah (PD).

"Kami masih memberikan catatan untuk menaikkan PAD dari Rp 511 M menjadi di angka Rp 650 Miliar, tapi kemarin belum mencapai kesepakatan di angka pastinya," imbuhnya.

Hal itu menurut made, para PD masih melakukan kajian ulang terkait targetnya pendapatan dalam program kerjanya masing-masing. Sehingga besaran kenaikan PAD sejumlah tersebut belum disepakati.

"Karena OPD masih akan melakukan itung ulang lagi terkait dengan target-target. Sementara dari DPRD menargetkan di Rp 650 Miliar, OPD masih belum menolak atau menerima tapi masih akan mengkaji ulang soal itu," paparnya.

Lebih jauh menurut Made, proses pelaksanaan dalam beberapa pembangunan prioritas di tahun 2021 bisa dilaksanakan dengan maksimal. Asalkan, besaran nilai PAD-nya bisa dinaikkan.

"Kita harapkan itu, makannya itu yang akan menguci segala proses belanjanya. Jika OPD mau menaikkan PAD-nya, maka belanja bisa. Seperti MCC (Malang Creative Center) dilaksanakan, kemudian pembangunan yang lain yang lebih penting bisa dilaksakanan. Dengan catatan PAD kita naikkan," ungkapnya.

Dikatakan Made, sebelum proses pengesahan ini pembahasan KUA-PPAS APBD 2021 telah dibahas dalam bimbingan teknis (Bimtek). Kemudian dilanjutkan dengan hearing antara masing-masing komisi bersama masing-masing perangkat daerah (PD) di Kota Malang, baru kemudian dirapatkan dalam Banggar (Badan Anggaran) DPRD Kota Malang.

"Baru kali ini pembahasan KUA-PPAS kami Bimtek-kan. Di mana selama dua hari DPRD Kota Malang Bimtek dengan tenaga ahli akademisi dan praktisi. Kemudian kita lanjutkan dengan hearing dengan masing-masing komisi kepada mitra OPD masing-masing. Setelah itu rapat banggar, dan menyimpulkan hasil KUA-PPAS ini dengan melihat pendapat akhir fraksi, yang ke enamnya sepakat semua menerima dan menyetujui ini," terangnya.

Lebih jauh, menurut Made prioritas pembangunan yang dianggarkan di tahun 2021 yang paling disoroti selain salah satu mega proyek Malang Creative Center (MCC), juga berkaitan dengan rencana dibangunnya sejumlah 3 SMP di Kota Malang. Untuk pembangunan 3 gedung SMP tersebut, dana yang dikucurkan mencapai Rp 27,5 Miliar. 

 "Yang terlihat ada pembangunan 3 sekolah pertama itu kita kemarin tambahkan lagi anggarankan. Karena ada beberapa pembebasan lahan, di kawasan Kelurahan Mulyorejo. Di sana ada pembebasan lahan warga, jadi upaya jalan masuknya lebih strategis. Rp 27,5 Miliar itu kita anggarkan untuk pembangunan 3 SMP," jelasnya.

Kemudian, pembangunan lain yang juga diprioritaskan di 2021 yakni berkaitan dengan pembenahan infrastruktur fasilitas umum. Baik itu, pembenahan jalan rusak, pelebaran jalan, hingga pembuatan jembatan di kawasan Tlogomas, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang.

"Pembangunan yang lain tetap berjalan itu banyak jalan-jalan seperti pelebaran-pelebaran jalan, jembatan Tlogomas, Tunggul wulung juga kita anggarkan," imbuhnya.

Sementara, terkait dengan pembangunan MCC yang mencapai Rp 100 Miliar, dikatakan Made meski penganggarannya dilaksanakan di tahun jamak atau muti years  namun pelaksanaannya diharapkan dapat terselesaikan di tahun pertama.

"Kita juga melihat karena ini penganggaran tahun jamak, MCC kan penganggarannnya tahun 2021 itu Rp 25 Miliar, di tahun 2022 ditambah Rp 75 Miliar. Tapi itu hanya pembiayaannya yang multi years, pelaksanaannya selesai di tahun pertama berarti ya selesai," tandasnya.

Sementara itu, Wali Kota Malang Sutiaji menyebut ada beberapa prioritas dalam aanggaran di tahun 2021. Yakni, pembangunan MCC dengan sistem multiyears dengan anggaran senilai Rp 100 Miliar, pembangunan tiga gedung SMP, hingga pembangunan infrastruktur seperti mengatasi persoalan kemacetan.

"MCC ini multiyears, lalu pembangunan gedung SMP yang ini sebelumnya permintaan dari masyarakat. Dan bagaimana dengan sektor pembangunan untuk mengurai kemacetan," ungkapnya.


Topik



Media Terverifikasi Dewan Pers

Update Berita JatimTIMES Network

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News JatimTIMES atau bisa menginstall aplikasi Jatim Times News melalui tombol berikut:


Penulis

Arifina Cahyati Firdausi

Editor

Yunan Helmy

Pemerintahan

Artikel terkait di Pemerintahan

--- Iklan Sponsor ---