Plt Sekretaris Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang Eko Syah. (Dokumen MalangTIMES).
Plt Sekretaris Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang Eko Syah. (Dokumen MalangTIMES).

Mencetak prestasi di cabang olahraga (cabor) menjadi satu perhatian Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang. Salah satunya dengan memaksimalkan upaya menggaet atlet-atlet usia dini atau remaja.

Plt Sekretaris Disporapar Kota Malang Eko Syah mengatakan, untuk memaksimalkan hal itu, pihaknya telah menyiapkan cara khusus. Yakni membuat branding masing-masing atlet yang ada saat ini untuk memikat para siswa-siswi sekolah di Kota Malang.

Baca Juga : Dunia Olahraga Berkembang Pesat, KONI Kota Blitar Usulkan Pembangunan GOR Baru

"Kami mem-branding atlet-atlet muda usia dini. Ada 14 cabor yang akan kita proyeksikan menjadi atlet nasional. Kami akan branding mereka, dari atlet tenis, badminton, sepak bola, basket, catur, voli, renang, atletik, panahan, dan yang lainnya," ujarnya.

Dari 14 cabor tersebut, nantinya atlet yang menjuarai ajang olahraga tingkat regional ataupun yang telah mengikuti event nasional hingga internasional yang akan dijadikan branding utama.

Menurut Eko, satu cabor akan dibuatkan video khusus atlet tersebut. Video itu nantinya akan ditampilkan di semua laman sosial media Disporapar. Hal inilah yang dinilai dapat memotivasi para anak muda untuk ikut serta menjadi atlet berprestasi di Kota Malang.

"Atlet yang berprestasi, satu cabor satu siswa. Misalnya yang mengikuti popda (pekan olahraga daerah), kami  ambil juara satunya. Atau yang sudah mengikuti event-event nasional dan internasional. Kami akan ambil shoot action-action mereka. Ini yang diharapkan memotivasi anak-anak muda," imbuhnya.

Lebih jauh, Eko menilai cara ini menjadi satu upaya untuk memfasilitasi bagi para siswa yang menggeluti bidang olahraga sejak dini. Harapannha, akan lebih banyak lagi prestasi-prestasi olahraga bagi anak muda.

Baca Juga : Masih 12 Tahun, Atlet Tenis Putri Cantik Ini Jadi Model Personal Branding Disporapar Kota Malang

"Artinya, kami pemerintah hadir untuk olahraga usia dini untuk mencetak atlet-atlet berprestasi.
Usia dini ini yakni bagi mereka yang menginjak usia 12 sampai 15 tahun. Syaratnya, KTP kota dan sekolah di kota  (Kota Malang)," ungkapnya.

Di samping itu, meski pandemi covid-19 belum usai, pembinaan bagi para atlet terus dilakukan. Hal ini untuk tetap menunjang kemampuan atlet agar tidak menurun saat event-event olahraga dibuka kembali.

"Pembinaan di masa pandemi tetap jalan. Memang event-event ini kan di-cancel dulu, tapi latihan terus dilakukan," tandasnya.