Kantor KONI Kota Malang (Hendra Saputra)
Kantor KONI Kota Malang (Hendra Saputra)

Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Malang akan mengubah sistem penganggaran untuk para cabang olahraga (cabor). Dari yang awalnya mengajukan anggaran lalu membuat program, kini berganti membuat program lebih dulu baru bisa mengajukan anggaran.

Menertibkan administrasi, ya itulah yang saat ini sedang digagas KONI Kota Malang agar para cabor bisa lebih tertib administrasi dan bisa memaksimalkan anggaran dengan baik dan tepat.

Baca Juga : Minim Fasilitas, KONI Kota Malang Minta Cabor Cari Bapak Asuh

Menurut Ketua Umum KONI Kota Malang, Eddy Wahyono sebelumnya para cabor menerapkan sistem yakni program by anggaran disebut kurang maksimal. Apalagi saat ini dalam kondisi covid-19 tentunya, pengurus KONI Kota Malang akan lebih selektif untuk memverifikasi program yang diajukan oleh cabor.

"Kami ingin menertibkan administrasi para cabor, jadi sistem yang sudah berjalan yaitu program by anggaran itu diubah menjadi anggaran by sistem. Harus ada program dulu, baru cabor bisa mengajukan anggaran," kata Eddy Wahyono.

Menurut Eddy Wahyono, sistem tersebut mau tidak mau akan membuat cabor lebih selektif untuk membuat program maksimal untuk para atlet nya. Hal itulah yang nantinya diharapkan untuk menggenjot prestasi cabor. "Jika pelaporan cabor kepada kami (pengurus KONI) itu kurang bagus, kami akan lebih pusing. Jadi sekarang sistemnya kami rubah demi kebaikan dan prestasi," imbuh Eddy.

Baca Juga : Banyuwangi Matangkan Persiapan Bluefire Ijen Challenge 2020

Menurut Eddy, saat ini kurang lebih 27 cabor sudah menerima anggaran dari program yang sudah diajukan. Sementara sisanya yang juga ada cabor fungsional harus menyusun kegiatan lebih dulu untuk dapat melaksanakan kegiatan dengan didukung anggaran.