Zen Kostolani, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Banyuwangi (Nurhadi Banyuwangi Jatim Times)
Zen Kostolani, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Banyuwangi (Nurhadi Banyuwangi Jatim Times)

Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Banyuwangi terus mematangkan persiapan untuk menggelar lomba balap sepeda Banyuwangi Bluefire Ijen Challenge Tahun 2020. Yakni dengan melakukan simulasi uji rute, pengecekan kondisi badan jalan, jumlah peserta dan kecepatan para pembalap serta beberapa aturan lain yang sesuai dengan protokol kesehatan. 

”Untuk jumlah peserta maksimal dibatasi 300 orang dan semua wajib memenuhi standar kesehatan yang ditetapkan panitia. Wajib rapid test dan harus non reaktif agar tidak menjadi potensi penyebaran Covid-19 dari even yang digelar,” kata Zen Kostolani Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Banyuwangi.

Baca Juga : Dewan Usul Sarana Olahraga Gratis, KONI Kota Malang Perjuangkan Atlet

Selanjutnya, dia menuturkan, dalam even ini pihaknya akan menjalin kerjasama dengan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) untuk menghalau apabila terjadi kerumunan warga di tempat start maupun finis lomba Banyuwangi Bluefire Ijen Challenge Tahun 2020. 

Bahkan untuk upacara pemberian hadiah bagi para pemenang akan dirancang sesederhana mungkin, namun tetap memenuhi standar protokol kesehatan pencegahan dan penanggulangan wabah Covid-19.

Sementara dalam laman Mainsepeda.com, pandemi wabah Covid-19 telah  melumpuhkan banyak sektor kehidupan masyarakat, termasuk olahraga. Berbulan-bulan lamanya tidak ada event race di Indonesia. Bahkan jadwal Banyuwangi Blue Fire Ijen Challenge 2020 pun harus diundur dari rencana awal 11 Juli menjadi 17 Oktober 2020.

Perubahan jadwal ini tak mereduksi animo dan minat penghobi olahraga sepeda terhadap event menanjak seru di kawasan Gunung Ijen ini. Justru animonya makin tinggi. Ratusan cyclist telah mendaftar di Banyuwangi Blue Fire Ijen Challenge 2020 dan mereka siap melahap dan menaklukkan tanjakan di kawasan Gunung Ijen yang dikenal ekstrim di dunia balap sepeda.

Para peserta bukan hanya berasal dari sekitar Jawa Timur (Jatim) saja. Ada banyak peserta yang berasal dari luar provinsi, bahkan luar pulau. Mulai dari Jakarta, Jogjakarta, Bandung, Magelang, Semarang, Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB) hingga Martapura, Kalimantan Selatan.

"Pertama, tahun ini praktis tidak ada race untuk para penghobi sepeda. Untuk gowes berpeleton memang masih ada, tapi kan race-nya dihilangkan semua. Yang masih tersisa ya di Banyuwangi Blue Fire Ijen Challenge ini," terang Guntur Priambodo, penggagas event ini. 

“Faktor kedua, teman-teman cyclist ini sudah kangen dengan rute-rute menantang. Mereka rata-rata juga ingin gowes dengan suasana seru. Mereka juga menilai kami mampu menyelenggarakan event ini dengan protokol kesehatan ketat pada masa pandemi ini,” lanjutnya.

Memang ada banyak event gowes yang terpaksa ditunda atau batal gara-gara pandemi Covid-19. Untuk memberikan rasa nyaman dan aman kepada peserta, panitia akan menerapkan protokol kesehatan ketat di Banyuwangi Blue Fire Ijen Challenge 2020.

"Panitia berusaha semaksimal mungkin untuk mengutamakan protokol kesehatan. Peserta pun diharapkan melakukan rapid test dan harus non reaktif. Sehingga tidak ada kesempatan untuk terjadi penularan selama event berlangsung," jelas Guntur.

Selain wajib minimal rapid test, peserta serta juga harus memakai masker di area start dan finis, serta di water station dan sepanjang neutral zone. Posisi peserta di garis start pun dibuat berjarak. Penyelenggara akan membuat grid start layaknya balapan MotoGP.

Baca Juga : Laga Uji Coba Persik Kediri Hajar Martapura FC 3-0 lewat Tendangan Penalti

Proses seremonial pemenang lomba di podium nanti juga mengadopsi sistem di MotoGP. Jadi, hadiah akan diserahkan di depannya, kemudian peserta akan mengambil sendiri hadiah tersebut tanpa ada jabat tangan dan sebagainya.

"Kami juga belajar penerapan protokol kesehatan di Tour de France. Terbukti balapan itu berjalan sukses sampai finis di Paris. Padahal angka Covid-19 di Prancis juga tinggi. Persentase penularan di sana lebih besar daripada Indonesia," terang Guntur.

So, segera daftarkan diri Anda dan nikmati sensasi nanjak di Gunung Ijen. Pendaftaran bisa dilakukan di tautan yang tersedia di laman Mainsepeda.com, atau melalui Banyuwangisport.com