Gedung distributor PT Unirama Duta Niaga sesaat sebelum ludes terbakar (Foto : Istimewa)
Gedung distributor PT Unirama Duta Niaga sesaat sebelum ludes terbakar (Foto : Istimewa)

Peristiwa kebakaran di PT Unirama Duta Niaga akhirnya berhasil dipadamkan, Jumat (25/9/2020). Dari pantauan media online ini, setelah nyaris 29 jam berjibaku melawan jilatan api, puluhan petugas pemadam kebakaran gabungan akhirnya meninggalkan lokasi kejadian.

”Kebakaran dapat dipadamkan sekitar pukul 16.30 WIB. Proses pembasahan juga sudah dihentikan. Menjelang magrib tadi, anggota sudah balik kanan (pulang, red). Personel dalam kondisi sehat semua,” ungkap Kepala Bidang PPK (Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran) Kabupaten Malang, Goly Karyanto ketika dikonfirmasi sesaat sebelum meninggalkan lokasi kebakaran, Jumat (25/9/2020).

Baca Juga : Disinggung Soal Asuransi setelah Kebakaran Besar, Bos Unirama: Saya Masih Blank

Mirisnya, saat petugas pemadam kebakaran sedang berjuang menjinakkan si jago merah, ada salah satu oknum yang mengaku sebagai petugas Labfor (Laboratorium Forensik) yang menghubungi petugas PMK Kabupaten Malang.

”Iya, saya di telepon. Dia (penelepon) bilang ‘saya dari Labfor Polda’ . Karena logat dan gaya bicaranya mencurigakan, saya akhirnya tidak percaya dan memilih mematikan telepon,” kata Goly saat menirukan ucapan dari oknum yang diduga petugas Labfor gadungan tersebut.

Pria yang identik mengenakan kaca mata ini mengaku, jika kejadian pertama saat dirinya mendapat telepon dari orang tak dikenal itu terjadi pada Jumat (25/9/2020) sekitar pukul 09.15 WIB. Bahkan, meski telepon-nya sempat dimatikan, oknum yang diduga sebagai petugas labfor gadungan itu terus berupaya meyakinkan Goly dengan cara menghubungi secara bertubi-tubi.

”Dia telepon pakai nomor HP (handphone). Telepon-nya sebanyak 3 kali. Intervalnya sekitar 5 menitan, pertama telepon eikitar pukul 09.15 WIB,” terang Goly.

Menurut Goly, orang yang menghubunginya selama 3 kali berturut-turut tersebut merupakan orang yang sama. Sedangkan inti pembicaraan yang dibahas adalah meminta nomor manajemen PT Unirama Duta Niaga.

”Logatnya seperti orang luar jawa, orang batak. Dia minta nomor manajemen PT Unirama Duta Niaga yang gedungnya terbakar itu,” terangnya.

Kepada media online ini, Goly sempat menceritakan dugaan upaya pemerasan yang hendak dilakukan oleh petugas Labfor gadungan tersebut.

Menurutnya, saat pertama kali mendapatkan panggilan, dirinya langsung mematikan telepon, setelah sebelumnya sempat merasa curiga. Kemudian lima menit setelahnya, pada telepon kedua, si petugas Labfor gadungan itu sempat diarahkan Goly untuk berkoordinasi langsung dengan pihak kepolisian. Jika memang merupakan petugas Labfor Polda Jawa Timur.

Baca Juga : Sulit Padamkam Api, PMK Kerahkan Alat Berat ke Gudang Popok yang Membara

”Karena curiga, saya akhirnya bilang jika itu bukan wewenang saya untuk memberikan keterangan pada Tim Labfor. Akhirnya saya tutup saja telepon-nya,” ungkap Goly.

Setelah telepon dimatikan, Goly kembali mendapatkan panggilan dari orang yang sama untuk ketiga kalinya. ”Di telepon yang ketiga dia masih ngotot. Bilang kalau dirinya dari Labfor. Katanya ‘Saya ini dari Labfor jangan macam-macam’ . Akhirnya nomornya saya blokir,” ucapnya dengan nada kesal.

Sesaat setelah kejadian, lanjut Goly, dirinya sempat berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk memastikan kejadian dugaan penipuan dan pemerasan, yang akan dilakukan kepada PT Unirama Duta Niaga tersebut.

”Tadi pas ketemu Kanit Reskrim (Polsek Karangploso, red) saya sempat ngobrol. Setelah mendengar cerita saya, polisi meminta agar tidak menuruti permintaan si penelepon tadi. Soalnya kata Kanit Reskrim-nya sampai saat ini memang belum koordinasi secara intens dengan Labfor,” pungkasnya.