Beberapa pelanggar saat sidang yustisi di pos Alun-Alun Kota Batu beberapa saat lalu. (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)
Beberapa pelanggar saat sidang yustisi di pos Alun-Alun Kota Batu beberapa saat lalu. (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)

450 pelanggar terjaring selama operasi yustisi di Kota Batu, terhitung pada 16-24 September 2020. Dari jumlah tersebut total denda yang dikumpulkan mencapai Rp 2.795.000. Total denda terkumpul itu berasal dari rata-rata pelanggar yang wajib membayar sanksi. Denda mulai dari Rp 20 ribu hingga maksimal Rp 100 ribu, dilihat dari tingkat pelanggarannya. 

“Contohnya pelanggar yang pakainya masker tidak benar atau melorot di bawah hidung hanya dikenai denda Rp 25 ribu,” ucap Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Satpol PP Kota Batu, M. Nur Adhim.

Baca Juga : Ternyata Korban Begal Tak Bisa Dicover, Ini Penjelasan BPJS Lumajang

Hanya saja operasi yustisi penerapan denda di tempat itu hanya digelar 1-2 kali dalam se-minggu. Karena menyesuaikan jadwal dari Kejaksaan Negeri Malang. Tetapi sejak diterapkannya denda di tempat hingga beberapa sanksi sosial, hingga Kamis (24/9/2020) angka pelanggar ada penurunan. Saat Tim Pemburu Pelanggar Protokol Kesehatan Kota Batu melakukan operasi hanya terdapat 51 pelanggar dengan total denda Rp 1.350.000.

“Saat awal itu pada 17 September, ada 64 pelanggar protokol kesehatan dengan total denda mencapai Rp 1.445.000. Sehingga ada penurunan di akhir,” ujar M Nur.

Dengan turunnya angka pelanggaran itu masyarakat mulai paham akan pentingnya menggunakan masker di tengah pandemi Covid-19. Terlebih tim sudah cukup lama melakukan edukasi dan sosialisasi pentingnya protokol kesehatan. Upaya ini dilakukan tentunya untuk memutus rantai penyebaran Covid-19 di Kota Batu. Mengingat angka terkonfirmasi positif terus bertambah.

Hingga Jumat (25/9/2020) jumlah akumulatif pasien konfirmasi positif sudah mencapai 419 orang. Dengan angka meninggal dunia 34 orang.