Wali Kota LSM Lira Surabaya, Asraaf
Wali Kota LSM Lira Surabaya, Asraaf

SURABAYATIMES - Ketua RT 01 RW 02 Kelurahan Menanggal Kecamatan Gayungan, Aan Ainur Rofik mengaku kecewa dengan program Surabaya Smart City (SSC) yang diinisiasi oleh Pemerintah Kota Surabaya. Pasalnya, selain waktu yang diberikan sangat pendek sehingga tidak ada persiapan, dana atau anggaran juga tidak mencukupi. 

Aan yang baru menjabat sebagai ketua RT selama enam bulan ini mendapat panggilan dari Ketua RW setempat untuk menerima uang senilai Rp 425.000 sekitar pertengahan bulan September ini.

Setelah mendapat uang tersebut, ia harus mengolah kampung menjadi lebih bersih dan memiliki taman yang berisi tanaman obat keluarga (toga). "Namun faktanya uang tidak cukup. Karena kita harus siapkan taman. Dalam dua minggu tim juri datang untuk menilai. Setelah dinilai kami dapat informasi di surat kabar kampung saya tidak lolos," tandasnya. 

Hal yang membuatnya menjadi kecewa adalah informasi tentang program SSC yang terkesan mendadak. Sehingga persiapan menjadi kurang maksimal. "Kenapa informasi lomba itu mendadak kira-kira dalam dua tiga minggu kita diberi tahu di-Support Rp 425 ribu. Satu minggu kemudian juri datang," imbuhnya.

Selain Ketua RT keluhan juga datang dari LSM Lumbang Informasi Rakyat (Lira) yang menilai ada 'sesuatu' yang disembunyikan dari program Pemkot Surabaya tersebut.

Wali Kota LSM Lira Surabaya, Asraaf mengatakan, permasalahan SSC yang lagi ramai di beberapa media online patut diduga adanya ketidakberesan dalam tubuh Pemerintah Kota Surabaya. "Kami dengan tegas meminta kepada penegak hukum, dalam hal ini Kejaksaan Tinggi dan kepolisian agar melakukan pemeriksaan siapa yang mengelola mamin (makan-minum) panitia," tegasnya.

Pihaknya mendapat informasi bahwa yang mendapat bagian pengadaan mamin untuk program tersebut tak jauh dari lingkungan penguasa Kota Surabaya. "Kami menduga bahwa terkait hal ini yang mendapat tender mamin peserta adalah anak penguasa Kota Surabaya," tandasnya.

Selain itu, dalam waktu dekat ini Lira akan berkirim surat kepada Dinas terkait, dalam hal ini DKRTH Kota Surabaya. "Insya Allah dalam waktu dekat ini, Lira akan melayangkan surat untuk meminta kejelasan terkait tender program SSC," pungkasnya. 

Media ini kemudian coba melakukan konfirmasi ke Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Pemkot Surabaya M. Fikser. Namun Fikser belum merespons telpon maupun pesan singkat yang dikirimkan media ini.