Tampak, sejumlah Paguyuban PKL di lingkungan SGB saat penuhi undangan Satpol PP (foto/istimewa)
Tampak, sejumlah Paguyuban PKL di lingkungan SGB saat penuhi undangan Satpol PP (foto/istimewa)

Polemik iuran terhadap Pedagang Kali Lima (PKL) di lingkungan Stadion Gelora Bangkalan (SGB) hingga saat ini belum menemukan titik temu.

Bahkan, dari sejumlah anggota paguyuban PKL ada yang menginginkan Ahmad Fauzi tetap menjadi ketua, ada pula sebagian yang menginginkan diganti.

Baca Juga : Tindak Pelanggar Operasi Yustisi, Petugas Satpol PP Tulungagung Diancam Pidana

Salah satu anggota paguyuban PKL di lingkungan SGB, Ika menyampaikan, untuk saat ini mending jangan diganti dulu ketuanya, apalagi kata dia Ahmad Fauzi masih belum setahun menjabat sebagai ketua paguyuban .

"Minimal 2 tahun lah dalam menjabat, apalagi ini kan belum dapat setahun, itu artinya masih butuh perbaikan atau evaluasi bersama," ujar Ika, usai mengikuti diskusi bersama sejumlah PKL di Aula Satpol-PP Bangkalan, Rabu (23/09/2020).

Selain itu, Ika menyarankan, kepada semua PKL, jika SGB ini milik PKL bersama, maka kata dia harus diselesaikan secara bersama.

"Untuk saat ini biarkan ketuanya diteruskan oleh Fauzi dulu, baru nanti, gimana-gimananya kita benahi bersama," imbuhnya.

Tidak hanya itu, Iin yang juga salah satu Anggota Paguyuban PKL menginginkan Fauzi untuk diganti lantaran kata dia, Fauzi tidak ada keterbukaan terkait pungutan yang ia ambil dari sejumlah PKL yang lain.

Padahal, sejak awal Iin menyebutkan, pernah mengajukan kepada Fauzi untuk mendata berapa jumlah PKL yang ada di SGB namun kata dia tidak ada respon dari ketuanya itu.

"Berapa jumlah pedagang, berapa hasil iuran itu dan kemana hasilnya, itu yang saya inginkan, padahal saya bendahara tapi kenapa saya tidak digunakan," ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat (Trantibum) Urip Riyanto menyebutkan, dari hasil urun rembuk di aula tadi, pihaknya menemukan kejanggalan yang menurut dia Ketua Paguyuban PKL SGB itu dirasa kurang tranparan terhadap anggota di bawahnya.

Sehingga kata dia ada miskomunikasi dari kubu Fauzi ke kubu yang lainnya. "Jadi, kami Satpol-PP hanya memfasilitasi terhadap para PKL untuk urun rembuk terkait permasalahannya tadi itu," ujar Urip kepada sejumlah wartawan.

Baca Juga : Listrik Mati karena Layang-Layang, Ganggu Pembelajaran Daring di Tulungagung

Urip pun mengatakan, terkait ketua paguyuban PKL Stadion itu diganti atau tidak pihaknya tidak mau tahu, bahkan dia menyerahkan sepenuhnya terhadap paguyuban sendiri.

"Kami Satpol-PP hanya mengetahui, masalah diganti atau tidaknya kami serahkan kepada paguyuban sendiri, diganti iya tidak diganti juga iya," ungkap dia.

Urip sapaan lekatnya itu menerangkan, dari ketidaktranparansinya tadi dari pembukuan. "Jadi dari pembukuan itu menurut pantauan saya tidak dirincikan, semisal dari bulan Mei pendapatannya berapa dan pengeluarannya berap," sebutnya.

Ke depan, jika paguyuban PKL mau buat agenda pertemuan sendiri pihaknya mempersilahkan itu, karna kata dia titik permasalahannya ada di struktur keanggotaan PKL sendiri.

"Kami tidak mau memfasilitasi lagi, karena kan ini butuh biaya juga kan, jadi kami serahkan sekarang kepada paguyuban PKL sendiri bagaimaan kedepannya," pungkasnya.