Kepala Perwakilan BI Jatim, Difi Ahmad Johansyah (istimewa)
Kepala Perwakilan BI Jatim, Difi Ahmad Johansyah (istimewa)

Kesuksesan Festival Mbois ke-5 yang didukung atau berkolaborasi dengan Kantor Perwakilan (Kpw) BI Malang, secara virtual membuat apresiasi dari berbagai pihak terus bermunculan. Salah satunya BI Jatim yang akan terus mendorong langkah anak muda Malang untuk membantu meningkatkan perekonomian masyarakat melalui kreativitas.

Kolaborasi antara Malang Creative Fusion (MCF) sebagai inisiator Festival Mbois dan Bank Indonesia (BI) dianggap Kantor Perwakilan (Kpw) BI Jawa Timur (Jatim) sebagai kolaborasi yang bisa memunculkan outcome win-win solutions.

Baca Juga : Wagub Jatim Sebut Profesi Freelancer di Bidang Industri Kreatif Terus Meningkat

"Ini adalah kolaborasi yang bagus. Dengan kolaborasi itulah akan ada out come yang win win solutions. Malang sekarang penuh dengan kreativitas yang berujung dengan meningkatnya ekonomi," ujar Kepala Perwakilan BI Jatim Difi Ahmad Johansyah.

Menurut Difi, BI melihat saat ini perekonomian Indonesia harus bertransformasi dari komoditas jadi perekonomian yang tangguh. Sehingga dibutuhkan kreativitas pendukung, salah satunya anak-anak muda yang mampu mendorong stabilnya perekonomian.

"Contohnya Festival Mbois bisa menghasilkan talented yang berkesinambungan dengan role model yang bagus dan Malang saya rasa bisa menjadi industri kreatif yang menjadi kiblat di Indonesia," ujarnya.

Bicara soal usaha kecil mikro dan menengah (UMKM), Difi mengatakan, saat ini harus ada kolaborasi yang melibatkan UMKM sehingga kaitan memulihkan perekonomian bisa merata. 

Hal itu dikatakan Difi karena melihat di Kota Malang saat ini sudah bagus dalam menerapkan role model, di mana anak-anak muda kreatif bisa membantu UMKM untuk bisa lebih survive.

Baca Juga : BI Jatim Dorong UMKM Lebih Berkembang dengan Manfaatkan Marketplace

"UMKM itu bervariasi ya, semua mereka sendiri kerjakan. Tentunya kalau mau adaptasi dunia lebih luas juga sulit, tapi tentunya teman-teman di Malang bisa menjadikan teman-teman UMKM menjadi digital. Kuncinya adalah adaptasi UMKM terhadap teknologi," pungkasnya.