Ilustrasi. (Foto: Istimewa).
Ilustrasi. (Foto: Istimewa).

Benteng garda terdepan penanganan Covid-19 terus digempur. Di Malang Raya, tenaga kesehatan (Nakes) terus berguguran. Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Malang Raya mencatat, di pertengahan September 2020 ini ada tambahan seorang dokter yang meninggal dunia karena Covid-19. Seorang dokter ini dinyatakan meninggal pada 16 September 2020 lalu di Rumah Sakit Wava Husada, Kepanjen, Kabupaten Malang. "Dari informasi, penyebab kematiannya karena terkonfirmasi Covid-19," kata Ketua IDI Malang Raya, Djoko Heri.

Djoko menjelaskan, sejauh ini pasien meninggal yang diketahui bernama Aman Teguh Pribadi tersebut hanya membuka praktek pribadi di kawasan Bandulan, Kecamatan Sukun, Kota Malang.

Baca Juga : Tim Pemburu Pelanggar Prokes Covid-19 Kota Probolinggo Siap Gerilya

Karenanya, menurutnya ada kemungkinan terpapar Covid-19 saat melakukan pekerjaannya dalam menangani pasiennya. "Beliau ini hanya praktik pribadi saja, di daerah Bandulan, Kota Malang. Sangat mungkin penularan terjadi dari tempat praktiknya," imbuhnya.

Dari tambahan gugurnya seorang dokter saat ini, maka total yang meninggal dunia karena Covid-19 sejak Maret 2020 lalu hingga pertengahan September ini tercatat sudah 4 orang.

Sedangkan yang terkonfirmasi positif Covid-19 di Malang Raya hingga saat ini sudah tercatat sebanyak 30 dokter. "Sejak Maret itu hingga saat ini sudah 4 orang dokter yang meninggal dunia karena Covid-19. Kalau total yang terpapar tercatat ada 30 Dokter di Malang Raya sampai saat ini," jelasnya.

Lebih jauh, Djoko terus mengimbau dan mengingatkan khususnya kepada masyarakat agar tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan Covid-19. Sehingga, tidak ada lagi dokter yang harus gugur karena tertular dari pasiennya.

Sebab, jika masyarakat tidak patuh dan abai akan protokol kesehatan akan sangat berdampak terhadap petugas medis yang menangani. Di samping itu pihaknya juga terus memberikan sosialisasi terkait proses pemakaian dan pelepasan APD dengan baik bagi tenaga kesehatan dan dokter.

Baca Juga : Keluarga Guru Terkonfirmasi Positif Covid-19, SMK Sumber Wringin Diliburkan

Pun demikian juga untuk terus mengupayakan supaya kebutuhan APD bagi petugas medis selalu terpenuhi.

"Kami tetap mengimbau seluruh lapisan masyarakat di Malang Raya untuk tetap patuh dan disiplin menerapkan protokol kesehatan. Sangat percuma rasanya, ketika kami para dokter dan petugas kesehatan lain sudah menggunakan APD lengkap kalau kasus Covid-19 di masyarakat Malang Raya pada khususnya, dan Indonesia terus bertambah atau terus meningkat," tandasnya.