(bertopi) Gus Edo saat menjenguk istri Kustomo yang lumpuh belasan tahun. (Foto : Adi Rosul / JombangTIMES)
(bertopi) Gus Edo saat menjenguk istri Kustomo yang lumpuh belasan tahun. (Foto : Adi Rosul / JombangTIMES)

JOMBANGTIMES - Kisah perjuangan seorang suami bernama Kustomo (59) warga Jombang yang setia merawat istri dan anakanya yang lumpuh selama  19 tahun menarik simpati warga Kota Santri ini. 

Bantuan dari para dermawan pun berdatangan untuk Kustomo dengan keluarganya. Terlebiih lagi, sudah 7 bulan terakhir ini, Kustomo memilih berhenti bekerja sebagai penjahit sepatu di pasar Desa Bandung. Seluruh hidupnya kini digunakan untuk merawat istri dan buah hatinya di kediamannya yang sederhana di Desa Bandung, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang. 

Baca Juga : Berlebihan Meeting Online Bisa Pengaruhi Kesehatan Mental? Ini Penjelasan Pakar

Seperti halnya dari Gerakan Pemuda Ka'bah (GPK) Jombang. GPK mengunjungi istri dan anak Kustomo di kediamannya untuk melihat kondisinya. "Kami sebagai bagian dari elemen masyarakat GPK prihatin dengan kondisi keluarga ini. Di tengah-tengah proses pembangunan di Jombang maupun di negara, masih menemukan kondisi keluarga seperti ini," ujar Ketua GPK Jombang, Mujtahidur Ridho (Gus Edo) di lokasi, Kamis (17/9). 

Disampaikan Gus Edo, kedatangannya bersama anggota GPK merupakan bentuk keprihatinan terhadap sesama. Ia berjanji akan memperjuangkan bantuan sosial ke Pemerintah Kabupaten Jombang. "Negara harus hadir di sini. Baik pemerintah desa, kecamatan maupun Pemerintah Kabupaten Jombang. Saya akan dorong Bupati Jombang untuk mengupayakan agar beban keluarga ini terbantu," tandasnya. 

Di samping itu, Gus Edo juga memberikan bantuan berupa uang tunai dan sembako untuk membantu kebutuhan hidup Kustomo dan keluarga. Selanjutnya, dirinya akan menghadap Bupati Jombang Mundjidah Wahab untuk menyampaikan kondisi keluarga Kustomo.

"Kami bertekad untuk sekuat tenaga, upaya-upaya yang bisa membantu meringankan beban keluarga ini. Setidaknya kami sebagai elemen masyarakat, akan mendorong siapapun untuk ikut membantu agar beban keluarga ini terbantu," pungkasnya.

Baca Juga : Warga Sembarang Bakar Sampah, Semak Belukar Kepatihan Terbakar

Untuk diketahui, istri Kustomo, Siti Rodiah (52), mengalami kelumpuhan sudah sejak 19 tahun. Sedangkan, anak pertamanya bernama Dwi Ayu Prasetya (28), sudah 8 tahun ini juga mengalami kelumpuhan. Kutomo masih memiliki dua anak lagi, anak keduanya sudah bekerja menjadi kuli bangunan dan anak bungsunya masih kelas XII.

Karena sudah tak bekerja lagi dan gaji anak keduanya juga tak menentu, kini ia hanya mengandalkan bantuan dari keluarga, tetangga dan teman-temannya.(*)