Kepala desa memberikan pengarahan sesaat sebelum proses pencairan  Bansos BLT DD
Kepala desa memberikan pengarahan sesaat sebelum proses pencairan Bansos BLT DD

Bantuan Sosial Tunai (BST) tahap ke lima kini sudah bisa dinikmati oleh warga yang terdaftar dalam Keluarga Penerima Manfaat ( KPM). Hal ini seperti yang disampaikan oleh Kepala Desa Tiron, Retno Setiowati bahwa Pemerintah Desa Tiron, Kecamatan Madiun, Kabupaten Madiun.

Pihaknya sudah memfasilitasi penyaluran Bantuan Sosial Tunai (BST) kepada masyarakat, di pendopo balai Desa Tiron, pada hari ini (16/9/2020). Retno menuturkan, bantuan yang disalurkan ini merupakan program BLT Dana Desa Tahap lima. “Untuk jumlah besaranya senilai Rp 300 ribu. Hal ini sesuai dengan kebijakan Kemenku Nomor 50 Tahun 2020 dan Permendes Nomor 7 tahun 2020 tentang ketentuan lanjutan pemberian BLT yang bersumber dari Dana Desa,” terangnya.

Baca Juga : Gelar Reses di Lumajang, Anggota DPRD Jatim H. Rofik Ditanya Soal Sekolah Belum Masuk

Proses pencairan bansos kali ini juga disaksikan oleh tiga pilar, yakni dari Babinsa, Badan Permusyawaratan Desa dan Babinkamtibmas. Dengan total penerima sejumlah 82 orang.

Dia menyebutkan, sumber dana yang disalurkan dalam Bansos BLT Dana Desa, sepenuhnya berasal dari Dana Desa yang diterima dari pemerintah yang mana ketentuannya, desa yang menerima Dana Desa sebesar Rp 800 juta, hanya mengalokasikan 25 persen untuk kegiatan BLT. Yang mendapat Dana Desa Rp 800 juta- Rp 1,2 miliar mengalokasikan 30 persen, dan yang mendapat di atas Rp 1,2 miliar, maksimal mengalokasikan anggaran 35 persen untuk BLT.

Warga masyarakat yang sedang menunggu antrean sebagai penerima bansos juga wajib cuci tangan.Penyaluran kali ini tetap mengedepankan protokol kesehatan.

"Dalam penyaluran bansos tetap diterapkan protokol kesehatan. Penerima dan petugas diwajibkan memakai masker, jaga jarak, dan cuci tangan dengan sabun dan air mengalir sebelum masuk data antrean bahkan sebelum melakukan pencairan, juga dilakukan cek suhu tubuh. Semua ini sebagai upaya pencegahan penyebaran Covid 19," pungkasnya.