Manajer Persik Kediri Syarif Hidayatullah saat terjaring razia. (Eko Arif S/JatimTIMES)
Manajer Persik Kediri Syarif Hidayatullah saat terjaring razia. (Eko Arif S/JatimTIMES)

Syarif Hidayatullah, manajer baru Persik Kediri baru-baru ini menarik perhatian publik. Bukan soal persepakbolaan, tetapi karena Syarif Hidayatullah ikut terjaring dalam razia operasi yustisi karena kedapatan tak memakai masker.

Seperti diketahui, petugas gabungan TNI, Polri dan Satpol PP menggelar razia operasi Yustisi di ruas Jalan PK Bangsa Kota Kediri, Rabu (16/9/20). 

Baca Juga : Operasi Masker Jaring Puluhan Warga Lumajang, Pelanggarnya Mayoritas Pelajar

 

Hasilnya, dalam operasi yustisi yang telah dilakukan selama tiga hari, petugas gabungan mendapati puluhan masyarakat yang terjaring razia akibat tak mengenakan masker saat berkendara.

Syarif, yang saat itu tengah mengendarai mobil berwarna merah mengaku akan berangkat untuk mengunjungi Mess Persik Kediri yang terletak di Jalan PK Bangsa.

Saat dikonfirmasi petugas, Syarif mengaku tak tahu akan aturan jika di dalam mobil juga harus mengenakan masker. Akhirnya, perjalanannya dihentikan oleh petugas kepolisian dan diberi sanksi.

"Sebenarnya saya membawa masker, tapi tidak saya pakai karena saya berada di dalam mobil. Dan ternyata hal yang saya lakukan ini salah. Meskipun kita dalam keadaan di dalam mobil tetap harus mengenakan masker dan saya baru tahu soal aturan ini," ungkapnya kepada wartawan JatimTIMES saat ditemui di lokasi.

Meski terjaring razia, namun manajer Persik Kediri tersebut mengaku tak marah dan mengapresiasi terhadap aturan yang saat ini tengah digalakkan oleh pemerintah.

Baca Juga : Perhatian bagi Warga Tak Bermasker, Pemkab Tulungagung Akan Kenakan Sanksi Denda

 

"Ya gak papa, ini bagus untuk penerapan protokol kesehatan di saat kondisi seperti ini. Kebetulan saya sudah menyiapkan masker sebenarnya. Cuma saya tidak pakai dan akan saya gunakan saat keluar kendaraan," terangnya.

Sementara itu, Kapolres Kediri Kota AKBP Miko Indraya mengatakan, razia operasi yustisi ini dalam rangka penegakan disiplin berdasarkan Peraturan Gubernur Jawa Timur Nomor 35 Tahun 2020 tentang penerapan protokol kesehatan, dan Peraturan Daerah Provinsi Jawa Timur Nomor 2 Tahun 2020 tentang perubahan atas Peraturan Daerah Provinsi Jawa Timur Nomor 1 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Penyelenggaraan Ketentraman, Ketertiban Umum dan Perlindungan Masyarakat.

"Sanksi tegas akan kita berikan kepada mereka selaku pelanggar yakni dengan membayar denda administrasi sebesar Rp 100 ribu atau mengganti masker sebanyak 20 lembar termasuk dengan pemberian sanksi sosial dengan membersihkan sarana atau fasilitas umum. Dengan pemberian sanksi ini diharapkan mampu memberikan kesadaran bagi masyarakat yang outputnya dapat menekan angka penyebaran Covid-19 di Kediri," terangnya.