Rektor ITN Malang Dr Ir Kustamar MT (atas podium). (Foto: istimewa)
Rektor ITN Malang Dr Ir Kustamar MT (atas podium). (Foto: istimewa)

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI telah menetapkan aturan bahwa pelaksanaan Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PPKMB) tahun Ajaran 2020/2021 dilaksanakan secara daring. 

Untuk itu, seluruh kampus melaksanakan PKKMB secara daring. Tak terkecuali PKKMB Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang, yang dimulai sejak hari ini (Senin, 14/9/2020) hingga Rabu (16/9/2020).

Baca Juga : Tampung dan Serap Aspirasi Mahasiswa, Sema-U UIN Malang Luncurkan Website Serasi

Meski demikian, ITN Malang tetap mempertahankan tradisi pakai pakaian adat. Untuk itu, meski dilaksanakan secara daring, di hari kedua nanti mahasiswa tetap akan memakai pakaian tradisional sesuai daerah asalnya.

"Hari kedua semua berpakaian adat, baik mahasiswa maupun panitia. Ini menjadi kegiatan rutin kita karena kita Institut Teknologi Nasional menjunjung nasionalisme dan patriotisme," ujar Wakil Rektor III ITN Malang Ir Fourry handoko ST SS MT PhD IPU kepada awak media.

Tak berhenti di PKKMB saja, hari Kamis, dikatakan Rektor ITN Malang Dr Ir Kustamar MT juga ia tetapkan sebagai hari untuk berpakaian daerah dengan harapan agar mahasiswa mengenal berbagai macam budaya.

"Setiap hari Kamis kita tetapkan sebagai hari untuk berpakaian daerah. Sehingga mereka bisa kita tampilkan pakaiannya dan budayanya dari masing-masing (asal). Nanti pada event-event tertentu ada gebyar budaya mereka masing-masing ditampilkan biar antar mahasiswa kenal budaya di sana seperti apa," paparnya.

Dengan saling mengenal ini, hubungan antar mahasiswa menjadi erat, kebersamaannya menjadi tinggi, dan tidak mudah terpecah-belah. Pihaknya berusaha mengajak para mahasiswa untuk memandang perbedaan menjadi sesuatu kekuatan untuk membangun kebersamaan.

"Cinta tanah air menjadi hal utama. Entah dia nanti mendarat pada medan juang seperti apa. Apakah menjadi teknokrat, politisi, dan sebagainya," imbuhnya.

Baca Juga : Dispendik Jatim Larang KBM di Sekolah

Sementara itu, Wali Kota Malang Sutiaji dalam sambutannya mengajak para mahasiswa baru untuk tetap semangat meski perkuliahan dilaksanakan secara daring.

"Kita prihatin sesungguhnya dengan kondisi covid ini, tapi tetap walaupun perkuliahannya dilakukan pakai daring semangat dan idealisme adik-adik semua harus tetap dijaga. Karena panjenengan semua adalah menjadi garda terdepan yang ingin mengawal bagaimana demokrasi di Indonesia, bagaimana kesejahteraan di Indonesia, bagaimana kemakmuran dan keadilan yang ada di bumi Pertiwi ini," tandasnya.