Anwar Ansori Komisioner Divisi Teknis dan Penyelenggaraan KPU Kabupaten Kediri saat memberikan keterangan kepada wartawan .(eko arif s/Jatimtimes)
Anwar Ansori Komisioner Divisi Teknis dan Penyelenggaraan KPU Kabupaten Kediri saat memberikan keterangan kepada wartawan .(eko arif s/Jatimtimes)

Masa perpanjangan pendaftaran bakal pasangan calon (bapaslon) Bupati dan Wakil Bupati Kediri resmi ditutup Minggu (13/9/20) pukul 24.00 WIB. Namun hingga akhir pendaftaran, hanya ada satu pasangan yang maju dan nantinya akan disandingkan dengan kotak kosong.

Satu pasangan calon  yang terdaftar di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kediri yakni pasangan Hanindhito Himawan Pramono-Dewi Mariya Ulfa.

Baca Juga : Arifin-Syah Sebut Negatif Covid, Siapa Calon di Trenggalek yang Positif?

Pasangan yang akrab disapa Dhito-Dewi ini maju dengan didukung oleh seluruh partai politik pemilik kursi parlemen DPRD Kabupaten Kediri dengan total jumlah 50 kursi dari 9 partai politik diantaranya PDIP 15 kursi, PKB 9 kursi, Partai Golkar 6 kursi, Partai Gerindra 5 kursi, Partai PAN 5 kursi, Partai Nasdem 4 kursi, Partai Demokrat 3 kursi, Partai PPP 2 kursi dan Partai PKS 1.

Komisioner Divisi Teknis dan Penyelenggaraan KPU Kabupaten Kediri Anwar Ansori mengatakan, setelah penutupan masa perpanjangan pendaftaran, dilanjutkan menggelar pleno. KPU memutuskan jika di masa perpanjangan pendaftaran tidak ada pasangan bakal calon yang mendaftar.

"Diketahui, tadi sebenarnya sempat hadir ya bakal pasangan calon yang kemudian untuk didaftarkan. Namun yang mendaftarkan belum hadir (perwakilan partai pengusung). Dan kita tunggu sampai pukul 24.00 WIB, belum juga hadir. Maka pada saat itu juga waktu menunjukkan pukul 00.01 kami pleno dan nyatakan jika pendaftaran dinyatakan ditutup," ungkapnya saat dikonfirmasi di Kantor KPU Kabupaten Kediri.

Ditambahkan Anwar, tahapan selanjutnya yang akan dilakukan KPU Kabupaten Kediri yakni melakukan tahapan pemeriksaan kesehatan bakal calon. Agenda itu akan dilakukan di Rumah Sakit Saiful Anwar Malang Jawa Timur pada 15 September dan 16 September 2020.

Meski demikian, Anwar masih enggan menyebut jika dalam pemilihan bupati dan wakil bupati kali ini adalah calon tunggal.

"Jadi calon tunggal belum. Kita menunggu penetapan calon pada 23 September 2020 nanti. Karena masih ada beberapa tahapan berikutnya yang akan dilalui bakal calon yakni hasil pemeriksaan kesehatan dan verifikasi syarat calon. Jika dalam  dua tahapan ini dinyatakan memenuhi syarat. Maka KPU baru bisa menetapkan calon," terangnya.

Baca Juga : Patuhi Protokol Kesehatan, Paslon Aman Kukuhkan Tim Sukses

Diketahui sebelumnya, jika bapaslon yang dimaksud oleh KPU Kabupaten Kediri yang sempat hadir menjelang ditutupnya masa perpanjangan pendaftaran ialah Mudawamah (Ketua Pengurus Cabang Muslimat NU Kabupaten Kediri) dan H Ridwan (seorang pendakwah).

Keduanya sempat hadir bersama rombongan dan berniat mendaftarkan diri sebagai kontestan dalam pemilihan bupati dan wakil bupati yang akan berlangsung pada 9 Desember 2020 nanti. 

Namun apa daya, lantaran dianggap tak memenuhi syarat pencalonan atau tidak dapat menghadirkan pihak yang mendaftarkan mereka sebagai calon. Maka niat mereka untuk maju dalam pencalonan harus ditahan oleh KPU Kabupaten Kediri lantaran dianggap tak memiliki rekomendasi dari partai politik sebagai pengusungnya sekaligus merupakan syarat mutlak bagi calon yang mendaftarkan diri melalui jalur partai politik ini.