Arief Setiawan Kiming (Foto: Bramastyo Dhieka Anugerah / Jatim Times)
Arief Setiawan Kiming (Foto: Bramastyo Dhieka Anugerah / Jatim Times)

Isu privilege memang sempat ramai beberapa waktu belakangan, namun bukan berarti isu tersebut kian terkikis seiring berjalannya waktu.

Pasalnya baik dari “sekte privilege” maupun “sekte kerja keras” memiliki legitimasi sendiri dalam menyimpulkan sebuah kesuksesan yang orientasinya mengarah pada kemudahan akses pendidikan, keluarga yang utuh lagi mapan, dan menikmati jaminan kesehatan.

Baca Juga : Dukung Program Pemerintah Kembangkan UMKM, BCA Salurkan KUR Rp 20 Miliar

Artinya jika ukuran sukses itu dinilai dari nominal uang, maka perspektif dari masing-masing personal yang tidak punya uang akan mengklaim jika hidup itu tidak pernah adil. 

Setiap orang hidup di dunia memiliki jatah kolam masing-masing. Tanggapan tersebut disampaikan oleh peraih Doktor termuda di Indonesia, Arief Setiawan Kiming atau akrab disapa Bang Kiming.

“Mengapa privilege dan kerja keras dibenturkan? Bukannya kita lahir sudah punya jatah kolam sendiri-sendiri? Kalau definisi  sukses hanya dinilai dari nominal uang, sampai klenger ya tidak akan pernah fair,” kata Bang Kiming ketika dihubungi Jatimtimes, baru-baru ini

Bang Kiming menyebut lebih baik gunakan perbandingan yang paling simpel, dulunya kita apa sekarang apa. Itu saja yang dibandingkan, jangan bandingkan dengan orang lain. 

Misal tadinya baru lulus sekolah/kuliah ngga ada aktivitas, sekarang jadi pengusaha omset 100 juta, profit 30 juta, itu sukses namanya. Tentu menjadi hal yang berbeda ketika tadinya dimodalin Bapak habis 3 milyar, sekarang omset 100 juta profit 30 juta, itu tidak sukses.

Baca Juga : Ini Dampak TKI asal Tulungagung jika Malaysia Larang WNI Masuk ke Negaranya

Disamping itu, carilah panutan yang jelas jejak perjuangannya, dulunya siapa sekarang jadi apa. Poin utamanya adalah perjuangan, bagaimana dia mendobrak segala halangan maupun rintangan untuk menuju kebebasan finansial dan kebebasan waktu.

“Contohnya ada orang yang jatuh bangun mencoba bisnis di berbagai bidang, dia jatuh bangun nyobain bisnis pupuk, handphone dan banyak lagi sampai akhirnya dia terus upgrade ilmu dan paham passion serta resourcesnya sampai menemukan bisnis yang membuat dia bebas finansial dan waktu,” imbuhnya kemudian.