Machfud Arifin bersama istri
Machfud Arifin bersama istri

Tekanan lingkungan terhadap pasien Covid-19 di Indonesia saat ini masih cukup kuat. Hal itu membuat tak semua penyintas Covid-19 mau terbuka. 

Pekan ini, Machfud Arifin yang merupakan calon Wali Kota Surabaya terbuka kepada publik terkait kondisi kesehatannya pasca menjadi Orang Tanpa Gejala (OTG) Covid-19. Keberanian ini mendapat apresiasi mantan Menteri BUMN, Dahlan Iskan. 

Baca Juga : Masih Pandemi, Sebagian Tahapan Pilkada Kabupaten Malang Pakai Sistem Daring

Menurut DI, sapaan akrabnya, Machfud adalah pemimpin hebat yang berani jujur. Dahlan mengatakan dalam politik modern saat ini jarang pemimpin yang berani terbuka dan jujur apa adanya, apalagi menyampaikan hal pribadi seperti kesehatan.

DI menyebut, Machfud Arifin (MA) salah satu pemimpin yang berani jujur menyampaikan hal paling pribadi menyangkut kesehatannya. 

"Pak Machfud contoh yang sangat baik dari seorang pemimpin, berani terbuka apa adanya kepada masyarakat. Begitulah seharusnya pemimpin yang hebat. Padahal selama ini banyak sekali orang merasa malu masalah kesehatannya dibuka, tapi Pak Machfud berani menyampaikan secara jujur,” ujarnya saat diskusi virtual dengan MA, tim MA, dokter Dany Irawan, dan beberapa jurnalis, Jumat (11/9). 

Dahlan Iskan menegaskan, keterbukaan Machfud Arifin bagian dari tanggung jawab. Apalagi MA menunjukkan jiwa kesatria dengan mendoakan Eri Cahyadi dan Armuji supaya terhindar dari covid-19. 

"Pak MA mendoakan paslon lain, ini budaya yang sangat bagus. Calon satu mendoakan calon yang lain sambil berkompetisi yang baik, ini dua contoh yang bagus," ucapnya.

Dahlan mengaku sangat iri dengan Machfud Arifin karena pernah terpapar Covid-19 tanpa gejala. Begitu juga dengan Mujiaman Sukirno yang menjadi wakil MA. Saat ini, MA-Mujiaman sudah memiliki kekebalan terhadap Covid-19. 

"Saya kalau positif ingin seperti pak MA, tidak merasa batuk, tidak sesak napas. Masih seperti orang sehat, tidak ada gejala sama sekali, langsung melakukan isolasi mandiri," jelasnya. 

Menurutnya, Machfud Arifin perlu menggelorakan kampanye hidup sehat. Seandainya suatu saat ada yang positif, tidak sampai membahayakan kesehatan, apalagi menularkan kepada orang lain. "Apa yang dilakukan pak MA menjadi pendidikan kesehatan kepada masyarakat," tandasnya. 

Dahlan menganggap dengan OTG (orang tanpa gejala) dan berhasil sembuh ini membuat tubuh Machfud akan kebal terhadap virus tersebut. Menurutnya hal itu tidak terlepas dari kepribadiannya dan pola hidup yang disiplin dan sehat yang diterapkannya, sehingga bisa lolos dan sembuh dari dari virus ini. 

Baca Juga : KPK Umumkan Ada Petahana di Jatim Bermain Dana Covid-19, Ini Respons Didik Gatot Subroto

"Pasti semuanya iri dengan kondisi Pak Machfud saat ini. Bahkan saya sendiri ingin tahu bagaimana bisa lolos dari Covid-19 tanpa keluhan, tanpa merasakan sakit, tanpa masuk rumah sakit. Itu tidak terlepas dari gaya hidup Pak Machfud yang disiplin jaga kesehatan, rajin berolah raga dan menjaga pola makannya," kata Dahlan.

Dahlan melanjutkan, dengan pengalaman Machfud Arifin dan Mujiaman ini dapat mengendukasi masyarakat agar semua bisa lolos dari virus tesebut.

Semetara Ketua Tim Pemenangan MA, Gus Amik mengungkapkan bahwa Machfud Arifin orang yang sangat disiplin terkait dengan kesehatannya bahkan kepada lingkungan sekitarnya. 

"Setelah mengetahui dirinya positif, beliau langsung melakukan isolasi mandiri dan menyuruh semua orang di sekitarnya untuk melakukan swab, sehingga tidak terjadi penularan kepada yang lain," katanya.

Sementara, Machfud Arifin mengatakan ini menjadi suatu pengalaman dan dapat menjadi pelajaran bagi masyarakat agar bisa terhindar dari Covid-19. Pihaknya juga akan lebih disiplin dan lebih ketat lagi untuk menjaga protokol kesehatan untuk mencegah penularan Covid-19 kepada warga Surabaya. 

"Ini pengalaman dan pelajaran bagi kita semua, jangan menganggap remeh virus ini. Kita harus disiplin menjaga kesehatan kita, disiplin mejalani protokol kesehatan dan jaga pola makan serta istirahat yang cukup," katanya.